foto ist

JAKARTA – Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) terus memperluas jejaring pemberdayaan perempuan hingga mancanegara. Langkah tersebut ditandai dengan deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri (DPLN) PIM Amerika Serikat di kampus University of the District of Columbia, Washington, DC, Sabtu (10/10/2026).

Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju, Lana T. Koentjoro, menyambut kehadiran PIM Amerika Serikat sebagai langkah memperluas kontribusi perempuan Indonesia di tingkat global, sekaligus mempererat hubungan diaspora dengan tanah air.

“Kehadiran PIM di Amerika Serikat diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan kapasitas, memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, serta melestarikan budaya bangsa di tengah masyarakat internasional,” ujarnya.

Lana juga menekankan pentingnya membangun sinergi antargenerasi agar perempuan Indonesia di mana pun berada dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa, tanpa kehilangan identitas serta kecintaan terhadap Indonesia.

Deklarasi tersebut menandai dimulainya kiprah PIM Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Ketua DPLN Gabriella Hasnan dan Wakil Ketua Imelda Budiman. 

Berbasis di kawasan Washington, DC, Maryland, dan Virginia, organisasi ini juga mulai mengembangkan jejaring ke California, Nevada, Colorado, Florida, dan New York.

Mengusung pemberdayaan perempuan, pendidikan, kepemimpinan, pelestarian budaya, serta kegiatan sosial, PIM USA mendorong terciptanya ruang yang inklusif bagi perempuan diaspora untuk berpartisipasi dan berkarya.

“Keluarga menjadi titik awal untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang cerdas, tangkas, bernurani, bertanggung jawab, dan tetap mencintai tanah air, meskipun tumbuh jauh dari Indonesia,” ujar Gabriella Hasnan.

Program PIM USA juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, terutama pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender. 

Implementasinya dapat dilakukan melalui pendampingan perempuan muda, literasi digital, pendidikan keluarga, serta penguatan kolaborasi antargenerasi.

Sebagai organisasi komunitas nirlaba dan nonpartisan, PIM USA menempatkan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan koordinasi sebagai landasan kegiatan. 

Keberhasilan organisasi diharapkan tidak sekadar diukur dari jumlah acara, tetapi juga manfaat nyata bagi pemberdayaan perempuan, perkembangan anak, pelestarian budaya, dan penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat.

Deklarasi yang dirangkaikan dengan perayaan World Batik Day 2026 itu turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo bersama istri, Nining Sri Astuti.