foto ist
JAKARTA – Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menilai integrasi menjadi faktor utama agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada masing-masing sektor.
Menurutnya, pelabuhan, jalan, kawasan industri, serta infrastruktur pendukung perlu direncanakan sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.
“Integrasi adalah satu hal yang paling penting dalam bagaimana kita menurunkan biaya logistik,” ujarnya dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
“Kita perlu mengintegrasikan berbagai bidang yang berkaitan dengan logistik agar infrastruktur yang dibangun dapat saling mendukung dan memberikan manfaat yang optimal,” imbuh Achmad.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara terpisah berpotensi membuat aset tidak termanfaatkan secara optimal. Di Pelabuhan, misalnya, membutuhkan konektivitas dengan hinterland, akses jalan, serta aktivitas ekonomi di sekitarnya agar mampu menciptakan trafik secara berkelanjutan.
Pentingnya integrasi konektivitas juga tercermin dalam pengembangan Pelabuhan Kijing di Mempawah yang semakin relevan seiring berkembangnya kawasan hilirisasi dan aktivitas industri di wilayah tersebut.
Achmad menambahkan, integrasi fisik perlu berjalan beriringan dengan integrasi digital. Arus barang di pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari arus dokumen dan informasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari operator terminal, perusahaan pelayaran, pemilik barang, perusahaan logistik, hingga regulator.
Untuk itu, Pelindo mengembangkan ADHARA, platform digital yang menghubungkan berbagai sistem dalam ekosistem logistik maritim. Platform tersebut diarahkan untuk memperkuat interoperabilitas data serta mendukung National Logistics Ecosystem dan Satu Data Indonesia.
“Arus barang bisa berjalan dengan baik apabila layanan pelabuhan berjalan baik, sementara arus dokumen membutuhkan sistem yang juga terintegrasi. Melalui ADHARA, kami berupaya menghubungkan berbagai pelaku dan platform dalam ekosistem logistik sehingga prosesnya menjadi lebih efisien,” kata Achmad.
