Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk operasi katarak gratis, Rabu, 24 Juni 2026.
JAKARTA – Menuju usia 75 tahun pada bulan November mendatang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Tolak Angin dan Kuku Bima kembali membuktikan komitmennya dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Kali ini, Tolak Angin dan Kuku Bima bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit UniMedika Sumber Waras Cirebon mengadakan operasi katarak gratis untuk 100 penderita katarak di wilayah Cirebon dan sekitarnya, pada Rabu, 24 Juni 2026.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur RS UniMedika Sumber Waras Cirebon dr. H. Budi S. Soenjaya, MM, disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, S.KM, M.Kes.
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan bahwa adanya bakti sosial operasi katarak gratis ini dapat membantu mengurangi angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Sejak tahun 2011, Tolak Angin dan Kuku Bima bekerja sama dengan Perdami telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Tahun lalu, kami sudah mengoperasi sebanyak 1.050 penderita katarak. Tahun ini, Tolak Angin dan Kuku Bima akan terus konsisten melakukan operasi katarak gratis, apalagi penderita katarak di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan menjelaskan bahwa keberlanjutan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya bisnis, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.
“Sebuah usaha bisa sukses dan langgeng kalau bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini cara saya berpromosi sambil membantu. Jadi, saya menggunakan seluruh kemampuan dana Tolak Angin dan Kuku Bima untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. Dana yang digunakan pun bukan hanya dari anggaran CSR, tetapi juga dari anggaran iklan,” jelas Irwan.
“Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Pemerintah memang ada BPJS, tapi tidak semua tercover, dan kami masuk di sela-sela itu. Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan. Banyak orang sakit tanpa kemampuan finansial, inilah saatnya kita membantu,” tambah Irwan.
Irwan juga berharap para penderita katarak tidak memiliki kekhawatiran dan persepsi negatif mengenai operasi katarak, agar katarak pada mata mereka dapat segera tertangani.
“Kesehatan mata adalah faktor penting penentu kualitas hidup seseorang. Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Semoga operasi katarak ini tidak menjadi hal yang menakutkan untuk masyarakat, khususnya para penderita katarak, karena satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak hanya dengan operasi. Begitu selesai operasi, maka bisa langsung kembali melihat,” ujar Irwan.
Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengapresiasi kegiatan baksos operasi katarak gratis yang dilakukan Tolak Angin & Kuku Bima, Perdami serta RS UniMedika Sumber Waras Cirebon.
“Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut dan jumlah penderita katarak makin berkurang,” ujarnya.
