foto ist
BANYUMAS – Perum BULOG mendampingi kunjungan kerja Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Manis, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi, Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, serta Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok sekaligus memastikan stabilisasi harga di pasar.
Dari hasil pemantauan di Pasar Manis Banyumas, sejumlah komoditas kebutuhan pokok terpantau relatif baik dan pasokannya tersedia.
“Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar harga tetap stabil dan pasokan tetap tersedia. Kita menjaga agar harga tidak terlalu tinggi bagi konsumen, namun juga tetap wajar bagi produsen, petani, peternak, dan pedagang,” ujar Mendag Busan.
Usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Perdagangan di Pasar Manis Banyumas, Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko bersama Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta Dedi Aprilyadi dan Kepala Divisi Penjualan Pasar Umum Perum BULOG Sasmito Ariyan Mujiarjo beserta jajaran melanjutkan peninjauan bersama jajaran BULOG ke sejumlah titik distribusi pangan.
Peninjauan dilakukan ke RPK Sidodadi Berkah Mandiri, RPK Sentral Berkah, ritel modern Cherry Fresh Fruit Market dan Rita Pasaraya, serta Komplek Pergudangan Klahang milik BULOG.
Hasil Peninjauan tersebut, BULOG memastikan ketersediaan beras SPHP di Banyumas dalam kondisi aman dan tersuplai dengan baik melalui berbagai saluran distribusi, baik pasar tradisional, Rumah Pangan Kita atau RPK, maupun ritel modern.
BULOG juga memastikan MinyaKita tetap tersedia di pasar pantauan dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi sebesar Rp15.700 per liter.
“Dari hasil pemantauan kami, ketersediaan beras SPHP dalam kondisi aman dan tersuplai dengan baik, baik di pasar tradisional, RPK, maupun ritel modern. Ketersediaan MinyaKita juga cukup, dan BULOG terus menyuplai ke pasar pantauan dengan tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi. Dua mandat utama, yaitu menjaga ketersediaan dan mendukung stabilisasi harga, terus kami jalankan,” ujar Rahmanto.
Rahmanto menambahkan, BULOG akan terus mendorong percepatan penyaluran beras SPHP dan memperluas jangkauannya agar manfaat stabilisasi harga semakin dirasakan masyarakat.
Selain itu, BULOG juga mencermati dinamika harga beras premium baik di pasar tradisional maupun di Retail Modern.
“BULOG akan terus memperkuat instrumen untuk ikut menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pada sisi pasar beras medium maupun premium, sehingga fungsi stabilisasi pangan dapat berjalan semakin menyeluruh,” jelas Rahmanto.
