foto ist 

SHANGHAI – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia dalam ajang Salon International de l’Alimentation (SIAL) Shanghai 2026 di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Shanghai, Tiongkok, pada 18—20 Mei 2026. 

Menurut Wamendag Roro, pameran internasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk mamin unggulan Indonesia ke pasar global.

“SIAL Shanghai bukan sekadar pameran, tetapi juga jembatan inovasi dan platform kolaborasi bagi industri mamin dunia,” ujar Wamendag Roro pada Pembukaan SIAL Shanghai 2026, Senin, (18/5/2026).

Wamendag Roro menambahkan, industri mamin merupakan salah satu sektor manufaktur terbesar di Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan perdagangan Indonesia. 

Nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia ke dunia mencapai USD 6,25 miliar pada 2025 dengan sejumlah negara tujuan utama, seperti Amerika Serikat (AS), Filipina, Malaysia, Tiongkok, dan Thailand.

Menurut Wamendag Roro, besarnya permintaan mamin di Tiongkok membuka peluang yang luas bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor berbagai produk mamin, baik bahan baku maupun produk olahan. 

Meski begitu, Wamendag Roro menekankan bahwa keberhasilan perdagangan global tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi dan potensi pasar, tetapi juga kualitas produk, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap standar internasional.

“Tiongkok menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang sangat komprehensif melalui General Administration of Customs of China (GACC). GACC mengatur berbagai aspek, mulai dari registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, hingga pelabelan dan sistem ketertelusuran produk,” ujar Wamendag Roro.

Wamendag Roro mengungkapkan, sebanyak 2.840 entitas usaha Indonesia telah terdaftar di GACC. Hal tersebut menunjukkan produk Indonesia makin diakui dan memenuhi standar pasar internasional.