JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Focus Group Discussion “Jejak Empiris Obat Bahan Alam Menuju Produk Bermutu” di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, BPOM RI, Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pekan Jamu BPOM dengan tema “Sehatkan Negeri Bersama Jamu” yang diselenggarakan sejak 27-31 Mei 2024.
Pekan Jamu digelar untuk memperingati Hari Jamu Nasional yang ke- 16, pada 27 Mei. Seperti diketahui, Hari Jamu Nasional diresmikan di Istana Negara, Jakarta pada 27 Mei 2008 oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri mengatakan FGD bertajuk “Jejak Empiris Obat Bahan Alam Menuju Produk Bermutu”, merupakan salah satu upaya untuk mengangkat produk jamu.
“Bagaimana untuk bisa mengangkat produk jamu, tentunya kita harus mendapatkan data empiris,” ujar Kashuri.
“Kita memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat banyak, nomor dua di bawah Brazil. Tapi ekspor kita masih kurang,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Budiono Subambang mengapresiasi kepada BPOM yang telah menggelar Pekan Jamu 2024.
“Ini bukan hanya sekedar acara. Tetapi juga momentum yang sangat penting melestarikan dan mengembangkan budaya jamu Indonesia. Acara ini penting karena ini bagian dari meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya jamu mendukung kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut Budiono mengatakan, perlu dilakukan strategi yang efektif mengembangkan bahan alami menjadi produk bermutu. Keberhasilan ini kata dia, membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Sehingga bisa mendukung kemajuan jamu kedepannya,” pungkasnya.
