foto ist

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong penguatan kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam perdagangan nasional di tengah dinamika dan tantangan global. 

Sinergi ini difokuskan pada penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta penguatan daya saing produk lokal dalam menembus pasar global.

Penegasan tersebut disampaikan Mendag Busan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Perdagangan 2026 di Jakarta, Kamis, (30/4/2026).

Rakornas bertajuk “Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselarasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan 8 persen”.

Rakornas Kadin Bidang Perdagangan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan serta peta jalan percepatan perdagangan nasional periode 2025–2029.

“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor, dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menyampaikan, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjembatani kepentingan pelaku usaha, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan program Kemendag dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat optimal bagi dunia usaha,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie mengungkapkan, dunia usaha tetap berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan meskipun menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik. 

Kadin mendorong agar kondisi tersebut dapat direspons dengan strategi efisiensi yang tetap diarahkan untuk memperkuat ekspansi usaha.

“Di tengah tekanan ekonomi dan global, dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi, dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujar Anindya.

Ia pun menilai, diperlukan dukungan kebijakan yang adaptif untuk menjaga keberlanjutan usaha, antara lain melalui relaksasi pembiayaan, penyederhanaan regulasi, serta penguatan akses pasar dan investasi. 

“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memastikan berbagai peluang tetap dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menjaga daya tahan sektor usaha nasional di tengah dinamika global,” ujar Anindya.