foto ASDP 

BANDA ACEH – Komitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih tertib, aman, dan modern terus diperkuat PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui penerapan sistem pembelian tiket sepenuhnya daring pada lintasan Pelabuhan Ulee Lheue – Pelabuhan Balohan.

Sejak 1 April 2026, seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian tiket melalui platform digital Ferizy (trip.ferizy.com), menandai babak baru digitalisasi layanan penyeberangan nasional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar perubahan sistem, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. 

Melalui sistem digital, proses reservasi menjadi lebih transparan dan terencana, sekaligus memungkinkan pengaturan kapasitas kapal yang lebih presisi.

“Penerapan tiket online penuh melalui website Ferizy memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan,” ujarnya.

“Di sisi lain, sistem ini memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan dapat terjaga secara optimal melalui data manifest yang lebih akurat,” imbuh Heru.

Kebijakan ini juga selaras dengan pernyataan kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah I Pelabuhan Ulee Lheue, Husaini yang menyampaikan bahwa penerapan sistem tiket secara online merupakan langkah strategis untuk mengurangi antrean serta memberikan kepastian jadwal pengguna jasa sebelum tiba di area pelabuhan.

Dalam masa transisi, ASDP tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga pendekatan humanis. Sosialisasi dilakukan secara masif melalui berbagai kanal komunikasi, diperkuat dengan kehadiran petugas di lapangan yang siap mendampingi pengguna jasa, terutama yang belum terbiasa dengan sistem digital.

General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa layanan bantuan tetap disediakan bagi pengguna jasa yang menghadapi kendala, baik dari sisi perangkat maupun pemahaman sistem.

Pendampingan ini menjadi bagian penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat beradaptasi dengan layanan digital tanpa hambatan.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk melakukan pembelian tiket sejak jauh hari, serta memastikan pengisian data identitas secara lengkap dan akurat. Hal ini penting untuk validitas manifest yang juga menjadi dasar perlindungan asuransi selama perjalanan,” jelas Andri.

Lintasan strategis Sabang – Ulee Lheue saat ini dilayani oleh KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2 yang beroperasi aktif menjaga konektivitas antarpulau.