Sesi penandatangan kesepakatan kerja sama yang dilakukan oleh CEO NeutraDC Group Andreuw Th.A.F (ketiga dari kanan) dan Chairman & CEO Gorilla Technology Jay Chandan (ketiga dari kiri), disaksikan langsung oleh Komisaris NeutraDC Nxera Batam Cyndi Pei (kedua dari kanan), Group CTO Gorilla Technology Rajesh Natarajan (paling kiri), yang digelar di Bangkok, Thailand, pada bulan Mei 2026 lalu. (foto ist)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui operating company data center, NeutraDC (PT Telkom Data Ekosistem), terus memperkuat pengembangan infrastruktur digital nasional dan regional melalui joint venture data center, NeutraDC Nxera Batam. 

Gedung pertama data center di Batam (BTM-1) yang dijadwalkan siap beroperasi tahun ini telah berhasil memperoleh partner untuk seluruh kapasitasnya. 

Tingginya permintaan pasar tersebut mendorong perusahaan untuk mulai menyiapkan pengembangan gedung kedua, BTM-2, guna menambah kapasitas dan menjawab kebutuhan data center yang terus berkembang di kawasan SIJORI.

Salah satu partner strategis yang telah mengamankan kapasitas di BTM-1 adalah Gorilla Technology, perusahaan global penyedia solusi AI, keamanan, dan analitik data yang berkantor pusat di London, Inggris, serta beroperasi di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. 

Melalui kerja sama yang telah ditandatangani, Gorilla akan memanfaatkan kapasitas data center NeutraDC Nxera Batam untuk mendukung implementasi infrastruktur AI dan pengembangan layanan digital di kawasan Asia. 

Kehadiran partner global seperti Gorilla semakin memperkuat posisi NeutraDC Nxera Batam sebagai destinasi infrastruktur digital yang mampu menjawab kebutuhan AI, cloud, dan layanan digital di tingkat regional.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya posisi TelkomGroup dalam menjalankan transformasi menuju perusahaan digital infrastructure yang menjadi salah satu pilar utama strategi TLKM 30. 

Tingginya kepercayaan partner global terhadap NeutraDC menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Batam, semakin diperhitungkan sebagai bagian penting dari ekosistem digital regional yang terus berkembang.

“Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang. Seiring meningkatnya kebutuhan cloud, artificial intelligence, dan layanan digital di kawasan Asia Tenggara, kami melihat digital infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital masa depan,” ujarnya. 

Kepercayaan yang diberikan partner internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih strategis dalam rantai nilai digital regional.

“Tingginya permintaan pasar terhadap BTM-1 juga menjadi sinyal positif bagi Telkom untuk melanjutkan pengembangan kapasitas berikutnya melalui BTM-2, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital kawasan sekaligus mendukung visi TLKM 30 dalam menciptakan mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” imbuh Seno.

CEO NeutraDC Group Andreuw Th.A.F, menyampaikan bahwa keberhasilan mengamankan partner strategis global seperti Gorilla Technology menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam mempercepat pengembangan ekosistem data center berstandar global di Indonesia.

“Kami sangat antusias menyambut Gorilla Technology dan partner global lainnya di NeutraDC Nxera Batam. Tingginya minat pasar terhadap data center kami di Batam menjadi validasi atas kesiapan infrastruktur, kualitas layanan, dan strategi pengembangan yang kami bangun bersama partner strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan adopsi AI di kawasan,” pungkas Andreuw.

CEO NeutraDC Nxera Batam Indrama YM Purba, menambahkan bahwa Batam memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat data digital strategis di kawasan. 

“Batam merupakan lokasi yang sangat potensial dengan dukungan konektivitas internasional yang kuat, kedekatan dengan pusat ekonomi regional, serta lingkungan investasi yang terus berkembang. Kami melihat tingginya kebutuhan kapasitas data center di kawasan SIJORI. Hal ini menjadi dasar bagi rencana pengembangan kapasitas berikutnya di Batam,” ujarnya.