Terminal 2F dilengkapi fasilitas dan petugas pendamping guna memastikan kenyamanan jemaah haji hingga menuju debarkasi (foto ist)

TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan layanan ramah lansia dan disabilitas menjadi prioritas selama fase kepulangan jemaah haji Tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung pada 1–30 Juni 2026 melalui Terminal 2F.

Sebagai pintu kedatangan bagi puluhan ribu jemaah haji dari Tanah Suci, Bandara Internasional.Soekarno-Hatta telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna memastikan proses kedatangan berjalan aman, nyaman, dan lancar, khususnya bagi jemaah lanjut usia serta jemaah dengan kebutuhan khusus.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan bahwa pelayanan kepada jemaah haji tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, tetapi juga memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan dan kenyamanan selama berada di area bandara.

“Sebagian jemaah yang kembali ke Tanah Air merupakan lansia yang telah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Oleh karena itu kami memastikan seluruh fasilitas prioritas, petugas pelayanan, serta dukungan operasional siap memberikan layanan terbaik agar proses kedatangan berlangsung nyaman dan lancar,” ujar Heru, Rabu (3/6/2026).

Terminal 2F sebagai terminal khusus layanan haji dan umrah telah dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung mobilitas jemaah, termasuk akses ramah disabilitas, kursi roda, area holding yang nyaman, serta petugas yang siap memberikan asistensi sejak jemaah tiba hingga melanjutkan perjalanan menuju asrama debarkasi.

Selain kesiapan fasilitas, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh stakeholder juga melakukan penyempurnaan alur layanan kedatangan guna mempercepat proses.penanganan jemaah sejak pesawat mendarat hingga menuju bus pengantar ke asrama haji.

Melalui alur layanan baru, jemaah kini hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit sejak turun dari pesawat hingga naik ke bus menuju asrama haji. 

Jika pada tahun sebelumnya jemaah membutuhkan waktu sekitar satu jam bahkan lebih untuk menyelesaikan seluruh proses kedatangan, tahun ini proses tersebut berhasil dipersingkat menjadi sekitar 30 sampai 40 menit.

“Melalui optimalisasi alur layanan dan penguatan koordinasi bersama seluruh stakeholder, kami.berupaya menghadirkan proses kedatangan yang lebih cepat dan nyaman.. Tujuannya untuk mengurangi kelelahan jemaah setelah.menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas,” jelas Heru.