foto ist
Jeddah – Arab Saudi masih menjadi salah satu mitra dagang potensial Indonesia untuk produk makanan dan minuman (mamin), barang konsumsi, serta kebutuhan penunjang ekosistem haji dan umrah.
Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perdagangan RI terus bersinergi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia melalui berbagai promosi dan penjajakan bisnis (business matching).
Hal tersebut disampaikan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, terkait sejumlah capaian produk Indonesia di pasar Arab Saudi hingga pertengahan 2026.
Ia mengatakan, Kemendag RI, melalui ITPC Jeddah, bersinergi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dalam sejumlah promosi strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing komoditas Indonesia.
“Permintaan terhadap produk Indonesia di Arab Saudi cukup tinggi. Kami terus berupaya menjaga momentum promosi dan memperluas jejaring bisnis melalui berbagai kegiatan business matching, pameran dagang, dan promosi langsung kepada buyer potensial,” ujar Bagas.
Bagas menambahkan, rangkaian promosi sejak awal 2026 telah membuahkan sejumlah capaian. Beberapa di antaranya meliputi kontrak pembelian makanan ringan serta penjajakan pembelian untuk ikan kaleng, produk konsumen (consumer goods), dan produk tempe.
Juga terdapat transaksi langsung pada pameran National Consumer Industries Exhibition (CONSMIX) di Jeddah pada 5–17 Februari 2026 yang mencatatkan omzet sebesar Rp168 juta.
“Capaian ini merefleksikan daya saing dan minat masyarakat Arab Saudi terhadap produk Indonesia. Kami akan mengawal komitmen dagang dan penjajakan yang sudah berjalan ini agar dapat berlanjut menjadi kontrak jangka panjang yang stabil,” ujar Bagas.
Tren positif ini terus berlanjut. Pada April 2026, ITPC Jeddah memfasilitasi penandatanganan kesepakatan dagang komoditas cengkeh senilai Rp252 juta antara PT Navva Nusantara Commodities dari Indonesia dan perusahaan Mandoub Saud Ghazi Al Masudi dari Arab Saudi.
