kredit foto: Dhika Septa Permana/BP BUMN

JAKARTA — Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara mempercepat langkah penataan organisasi dan struktur bisnis MIND ID guna memperkuat efektivitas holding industri pertambangan negara dalam menjalankan mandat strategis hilirisasi nasional. 

Penataan ini diarahkan agar operasional perusahaan berjalan lebih fokus, efisien, terintegrasi, serta mampu menjawab kebutuhan transformasi industri mineral dan batu bara ke depan.

Langkah strategis tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, pada Senin (26/05/2026). 

Pertemuan tersebut menyoroti upaya konsolidasi bisnis, penyederhanaan struktur organisasi, serta penguatan tata kelola perusahaan untuk meningkatkan daya saing industri pertambangan nasional.

Dalam pembahasan tersebut, penataan organisasi dipandang sebagai fondasi penting agar MIND ID mampu bergerak lebih adaptif dalam mengelola rantai pasok industri mineral secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan industri hilir bernilai tambah tinggi. 

Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat sinergi antar-entitas usaha di bawah holding sehingga pengambilan keputusan bisnis dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

“Penataan organisasi dan bisnis menjadi langkah penting agar transformasi industri pertambangan nasional berjalan lebih efektif dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Dony. 

Konsolidasi bisnis di lingkungan MIND ID diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional, memperkuat integrasi ekosistem industri pertambangan, sekaligus meningkatkan kapasitas investasi pada proyek-proyek strategis nasional. 

Kepala BP BUMN menilai struktur organisasi yang lebih ramping dan terarah akan membuat MIND ID lebih agresif dalam menjalankan agenda hilirisasi mineral sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui langkah tersebut, BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing BUMN sektor pertambangan melalui tata kelola yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. 

Penataan MIND ID juga diharapkan menjadi akselerator dalam membangun industri hilir nasional yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.