Kiri ke kanan: Nick Atkinson (Contributing Editor, Asian Banking & Finance), Henky Suryaputra (Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna), dan Wibiyanto Cahyadi (Digital Initiative, Fintech, & Partnership Division Head Bank Sampoerna). foto ist
JAKARTA – PT Bank Sahabat Sampoerna (“Bank Sampoerna”) menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan pada Asian Banking & Finance Retail Awards 2026 (ABF), yaitu Digital Business Banking of the Year dan Open Banking of the Year yang digelar di Marina Bay Sands Expo & Convention Centre, Singapura, pada Kamis (2/7/2026).
Penghargaan ini diberikan kepada institusi keuangan dan perbankan di kawasan Asia yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi layanan, strategi, dan menciptakan solusi keuangan yang memberikan dampak nyata bagi nasabah serta perkembangan industri perbankan.
Penghargaan tersebut mencerminkan keberhasilan Bank Sampoerna dalam menghadirkan inovasi dan memperkuat transformasi digital melalui pengembangan berbagai solusi perbankan digital. Termasuk kapabilitas Open Banking yang mendukung kolaborasi dengan mitra strategis, sehingga dapat menyediakan layanan keuangan yang lebih terintegrasi, efisien, handal, aman, dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan bisnis.
Direktur Finance and Business Planning, Henky Suryaputra, mengungkapkan bahwa sejalan dengan strategi perusahaan, Bank Sampoerna terus memperkuat infrastruktur dan kapabilitas teknologi perbankan untuk menjadi solusi layanan keuangan yang saling terintegrasi bagi mitra strategis guna mendukung kebutuhan transaksi dan operasional bisnis.
secara end-to-end. Melalui transformasi digital dan pengembangan ekosistem digital yang dimiliki, Bank Sampoerna mampu menjangkau berbagai segmen bisnis, baik mitra penyedia jasa pembayaran maupun non-penyedia jasa pembayaran, termasuk pelaku UMKM di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan nasabah atas kepercayaan yang diberikan, serta memberikan apresiasi kepada seluruh insan Bank Sampoerna yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini,” ujar Henky.
“Meraih dua penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Melalui penguatan kapabilitas digital dan kolaborasi yang semakin luas, kami akan terus menghadirkan layanan keuangan yang mendukung pertumbuhan bisnis serta mendorong perkembangan ekonomi keuangan digital Indonesia,” imbuhnya.
Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen Bank Sampoerna sebagai mitra keuangan terpercaya untuk terus mendorong inovasi dan menyediakan solusi perbankan terbaik untuk pertumbuhan mitra bisnis dan nasabah kedepannya.
Digital Initiative, Fintech, & Partnership Division Head, Wibiyanto Cahyadi, mengungkapkan bahwa dengan inovasi digital berupa Bank as a Service (BaaS) yang memanfaatkan teknologi Application Programming Interface (Open API), tentu diharapkan mampu menciptakan pengalaman perbankan yang lebih baik, mendukung interkonektivitas, interoperabilitas, dan memberikan nilai tambah bagi mitra maupun nasabah.
Selama ini Bank Sampoerna menawarkan infrastruktur dan layanan digital yang memungkinkan mitra dan nasabah mengakses dan memanfaatkan berbagai fitur perbankan, mulai dari pembukaan rekening secara online, virtual account, transfer dana, pembayaran QRIS, kartu ATM/Debit, hingga akses informasi saldo dan mutasi rekening yang dapat diakses secara real-time.
Layanan yang terintegrasi tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis yang semakin terdigitalisasi saat ini.
Dengan layanan tersebut, Bank Sampoerna telah memfasilitasi lebih dari 495 juta transaksi dengan total volume mencapai Rp98 triliun sepanjang kuartal I 2026.
Pencapaian ini didukung oleh kolaborasi Bank Sampoerna dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, bank perekonomian rakyat, koperasi, dan institusi keuangan lainnya termasuk pelaku UMKM yang masuk dalam ekosistem digital.
“Digitalisasi dan kolaborasi menjadi aspek kunci bagi kami dalam menghadirkan layanan keuangan yang inovatif dan inklusif. Dengan demikian, kami berharap dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital di Indonesia,” jelas Wibi.
