Pameran Agrowisata Taiwan ke-2 secara resmi dibuka pada Sabtu (23/5/2026) di Emporium Pluit Mall, Jakarta. Pameran tersebut digelar sejak 22 hingga 24 Mei 2026. 

 

JAKARTA – Untuk terus memperluas visibilitas internasional agrowisata (agro-tourism) Taiwan di pasar Asia Tenggara, Badan Pengembangan Pedesaan dan Konservasi Tanah dan Air dari Kementerian Pertanian Taiwan kembali bekerja sama dengan Asosiasi Pengembangan Pertanian Rekreasi Taiwan (Taiwan Leisure Farm Development Association).

Mereka menggelar “Taiwan Leisure Farm Fair” pada tanggal 22 hingga 24 Mei 2026 di Emporium Pluit Mall, salah satu pusat perbelanjaan terpopuler di Jakarta, Indonesia.

Adapun pembukaan pameran tersebut secara resmi dilakukan pada Sabtu (23/5/2026). Winardo, Head of Inter Institution ASTINDO mengapresiasi digelarnya pameran agrowisata Taiwan ke-2 di Jakarta. 

Sementara itu m, Chih-Wei, Wang dari Agro Industry Development and Recreation Division, Deputy Division Chief mengatakan pameran tersebut merupakan tahun kedua digelar. 

“Taiwan seperti kita ketahui memiliki keindahan wisata. Adanya Farm Fair pengunjung bisa mengenal lagi wisata yang ada di Taiwan. Agrowisata di Taiwan kita bisa merasakan mulai dari menanam sampai menikmati atau memetik buah-buahannya,” ujarnya.

“Ada pilihan terbaik, serta travel-travel terbaik yang kita bawa di acara ini. Dengan tour travel luar biasa. Wisatawan bisa melihat keindahan pedesaan di Taiwan,” imbuh Chih-Wei, Wang.

Sementara itu, Wakil Kepala Kantor Dagang e-Ekonomi Taipe (TETO) Indonesia, Trust Lin mengatakan animo masyarakat Indonesia untuk mengunjungi agrowisata di Taiwan, sangat tinggi. 

“Tahun lalu jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan sekitar 235 ribu wisatawan. 40 ribu diantaranya ke agrowisata Taiwan,” ujarnya.

Melihat tingginya minat wisatawan Indonesia terhadap tren perjalanan yang santai, mendalam, dan menyatu dengan alam (slow living, deep travel, natural healing), pameran tahun ini mengusung tema “Farm Stay, Fun Stay”. 

Konsep utama yang ditawarkan adalah “Menginap Semalam di Ruang Hijau (Farm Stay)”. Melalui promosi paket wisata bertema khusus dan kolaborasi lintas negara, acara ini bertujuan untuk mempererat dan memperdalam hubungan kerja sama pariwisata antara Taiwan dan Indonesia.

Untuk memaksimalkan dampak dan kesuksesan pameran tahun ini, serangkaian aksi promosi telah dimulai sejak bulan April 2026.

Gelombang Pertama (7-12 April 2026): Mengundang 5 influencer (KOL) dan media ternama dari Indonesia untuk menjelajahi langsung 9 destinasi agrowisata (agro-tourism) unggulan di Taiwan.

Gelombang Kedua (14-19 April 2026): Mengundang 10 agen perjalanan lokal Indonesia untuk melakukan famtrip (tur pengenalan) mendalam, merasakan langsung daya tarik wisata perkebunan Taiwan yang beragam, mulai dari perkebunan buah, taman bunga, hingga kebun teh.

Puncaknya, pada tanggal 18 April 2026, sebuah acara temu bisnis (networking session) tiga pihak diadakan di Flying Cow Ranch. Acara ini mempertemukan para pengelola perternakan wisata Taiwan, agen perjalanan Indonesia, serta land operator Taiwan. 

Pertemuan strategis ini berfokus untuk merancang paket tur eksklusif yang disesuaikan khusus dengan minat dan kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus menjadi fondasi kuat untuk menyukseskan penjualan langsung saat pameran berlangsung.

 

Pesona Wisata Perkebunan Taiwan Meningkat! 4 Zona Tematik Utama Resmi Hadir

Pameran promosi tahun ini hadir dengan skala yang jauh lebih besar. Acara ini menggandeng 7 perkebunan lokal unggulan Taiwan, 3 maskapai penerbangan nasional, dan 10 agen perjalanan terkemuka asal Indonesia untuk meluncurkan lebih dari 30 pilihan paket tur mendalam (in-depth tour).

Area pameran dibagi menjadi empat zona tematik utama, yaitu:

  1. Wisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism)
  2. Wisata Memetik Buah (Fruit Tourism)
  3. Wisata Bunga (Floral Tourism)
  4. Wisata Teh Taiwan (Taiwan Tea Tourism)

Tak hanya melihat-lihat, para pengunjung juga bisa mencoba langsung berbagai aktivitas seru khas pedesaan Taiwan, seperti DIY bantal aroma teh (tea-scented pillow), membuat balok lilin aroma bunga (wax sachet), hingga mewarnai “Mewarnai telur” (egg painting). 

Selain itu, kartu pos teh unik bernama “Send the Fragrance” yang berhasil memenangkan penghargaan bergengsi German iF Design Award juga ikut dipamerkan.

Untuk memanjakan lidah pengunjung, tersedia cicipi minuman khas Taiwan “Coconut Jelly Black Tea” secara gratis. Suasana makin seru dengan adanya permainan masa kecil tradisional Taiwan seperti mesin pinball raksasa, serta sesi Happy Hour setiap harinya yang menawarkan undian berhadiah menarik, dengan grand prize berupa tiket pesawat pulang-pergi gratis ke Taiwan.

Deretan perkebunan Taiwan yang berpartisipasi dalam pameran ini meliputi:

  • Tai-Yi Ecological Leisure Farm 
  • Yen’s Tea Garden
  • Sheipa Leisure Farm
  • Xing Yuan Tea Farm
  • Flying Cow Ranch
  • Lofi Land
  • Dakeng Leisure Farm

Setiap perkebunan menawarkan produk dan paket khas mulai dari kuliner, akomodasi, tur wisata, hingga suvenir unik.

Pameran ini menjadi bukti nyata kreativitas Taiwan dalam mengemas budaya perkebunan lokal menjadi produk wisata bernilai tinggi, sekaligus mempererat hubungan dan pertukaran wisata perkebunan antara Taiwan dan Indonesia.

 

Memperluas Pasar Indonesia, Membuka Cakrawala Baru Wisata Perkebunan Internasional

Sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki populasi sebanyak 280 juta jiwa dengan daya beli masyarakat yang didominasi oleh generasi muda.

Sebagian besar masyarakat Indonesia memilih negara tetangga sebagai tujuan utama untuk berlibur ke luar negeri, menjadikannya target pasar yang sangat potensial bagi agrowisata (agri-tourism) Taiwan. 

Pada tahun 2025 lalu, ajang perdana Taiwan Leisure Farm Fair berhasil menarik perhatian besar dengan diliput oleh lebih dari 120 media lokal di Indonesia. Acara ini sukses memperkenalkan keindahan wisata perkebunan Taiwan serta tren gaya hidup liburan santai (slow living) di perkebunan kepada masyarakat Indonesia.

Selain itu, menyadari bahwa sekitar 90% populasi Indonesia merupakan komunitas Muslim, para pelaku industri wisata perkebunan Taiwan juga terus bergerak aktif meningkatkan kapasitas layanan mereka. 

Mulai dari menyediakan sertifikasi ramah Muslim untuk kuliner (Muslim-friendly dining) hingga fasilitas penginapan yang ramah Muslim.

Dengan menonjolkan keunikan bertema “Alam, Budaya, dan Keberlanjutan”, Taiwan siap memikat hati para pelancong dari Indonesia.

Melalui strategi branding berkelanjutan dari “Taiwan Agri-tourism”, upaya ini tidak hanya memperkuat citra merek di Indonesia, tetapi juga mengajak lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi keindahan desa-desa di Taiwan. 

Langkah ini diharapkan dapat mendorong dampak ekonomi bagi industri lokal sekaligus mempererat pertukaran pariwisata antar kedua negara.