foto ist
JAKARTA – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Silaturahmi Nasional dan Diskusi Publik Ganas Annar MUI se-Indonesia yang akan digelar pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Kantor MUI Pusat.
Kegiatan tingkat nasional ini akan mengangkat tema “Bahaya Peredaran Narkoba melalui Liquid Vape dalam Perspektif Kesehatan, Ekonomi serta Kebijakan Pemerintah”.
Ketua Ganas Annar MUI, Dr. Ir. H. Noor Sidharta, mengatakan, agenda tersebut memiliki dua tujuan utama.
“Yakni mempererat silaturahmi antar pengurus Ganas Annar se-Indonesia serta meningkatkan pemahaman mengenai ancaman narkoba melalui vape,” ujarnya (29/4).
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah meminta agar peredaran vape atau rokok elektrik dilarang di Indonesia menyusul maraknya temuan kandungan narkotika hingga obat bius dalam cairan (liquid) vape yang beredar di masyarakat.
Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap ratusan sampel liquid vape.
“Menjadi sebuah harapan besar bagi BNN agar pelarangan vape dapat diterapkan di Indonesia, karena vape terbukti telah disalahgunakan menjadi media untuk diisi etomidate,” kata Suyudi saat RDPU di Komisi III DPR RI terkait RUU Narkotika dan Psikotropika, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut Noor Sidharta, mengatakan fenomena vape perlu menjadi perhatian serius karena barang yang beredar secara legal dapat disalahgunakan dengan mencampurkan zat-zat terlarang, sehingga menyulitkan pengawasan.
“Vape ini adalah barang legal, tetapi bisa disusupi barang ilegal. Akhirnya menjadi hal yang sulit terdeteksi,” katanya.
Ia menambahkan, melalui forum tersebut pihaknya akan menghadirkan narasumber yang kompeten dari berbagai bidang agar persoalan ini dibahas secara komprehensif, baik dari sisi kesehatan, dampak ekonomi, maupun kebijakan pemerintah.
“Melalui Silaturahmi Nasional dan Diskusi Publik ini, Ganas Annar MUI berkomitmen memperkuat gerakan edukasi dan pencegahan narkoba di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” pungkasnya.
