foto ist 

SURAKARTA – Sebanyak 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa dari Jawa Tengah menandatangani letter of intent (LoI) dengan asosiasi dan pelaku ritel modern pada Kamis, (2/4/2026). 

Penandatanganan terlaksana sebagai bagian dari peluncuran Program Campuspreneur di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah di hari yang sama. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, penandatanganan LoI tersebut merupakan capaian positif dari kegiatan kurasi produk-produk UMKM mahasiswa yang difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). 

Capaian ini menunjukkan, produk UMKM mahasiswa memiliki potensi besar untuk menembus pasar ritel modern.

“Penandatanganan LoI ini menjadi bukti bahwa produk UMKM mahasiswa tidak hanya memiliki kreativitas, tetapi juga telah memenuhi standar awal pasar dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Hal ini adalah langkah penting menuju kerja sama bisnis yang lebih konkret,” ujar Mendag Busan.

Lebih lanjut, Mendag Busan mengatakan, terlaksananya penandatanganan LoI tersebut tidak terlepas dari peran Program Campuspreneur sejak tahap awal pendampingan kepada UMKM mahasiswa. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan, 15UMKM mahasiswa yang menandatangani LoI untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan peritel ini disaring dari total 30 peserta yang mengikuti tahap awal berupa kurasi. 

Dari 15 UMKM, sembilan UMKM menarik minat peritel HIPPINDO dan delapan UMKM lainnya diminati peritel APRINDO

UMKM yang menandatangani LoI mencakup berbagai sektor mulai dari fesyen, kriya, pangan olahan, hingga produk pertanian. 

Beberapa diantaranya, yaitu VersaLayer, Tropeace, BAJUBIJAK, Arsadaya, Sedah Corner, Agro Rice, Tanigo, Astarasa Karya Nusantara dan Pramana Craft yang menjalin penjajakan dengan peritel anggota HIPPINDO.

Sementara itu, UMKM yang berhasil menarik minat peritel anggota APRINDO, antara lain, Agro Rice, Astarasa Karya Nusantara, Cokordang Kripik Koro Pedang, Gajah Jaya Bananachip, Inofarm Melon Hidroponik, Madu Pure Hanny & Sarifood VCO, Midic Jamur Tiram Crispy, hingga produk kuliner rumahan Mak Nok.