BOGOR – Dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) pada 14 Juli 2026, Sentra Medika Hospital Group dan SWICC menyelenggarakan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 di Sentul, Bogor, Minggu 2 Agustus 2026.

Itu adalah sebuah simposium onkologi berskala Nasional yang menjadi wadah edukasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi tenaga medis tentang penanganan kanker.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin membuka secara langsung simposium tersebut. Ia juga didaulat sebagai Keynote Speaker. 

Menurutnya, saat ini angka kematian akibat kanker di Indonesia masih tinggi. Karena sebagian besar pasien baru terdeteksi ketika sudah berada pada stadium tiga atau stadium empat.

Padahal, jika kanker diketahui sejak stadium satu, peluang untuk sembuh dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi. 

“Kita harus lakukan deteksi lebih dini melalui program cek kesehatan gratis. Kalau itu dilakukan kanker bisa diatasi dengan lebih optimal,” ujarnya.

Program cek kesehatan gratis menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas layanan deteksi dini kanker kepada masyarakat.

Menkes Budi juga mengajak masyarakat, terutama yang berusia 40 tahun ke atas dan memiliki faktor risiko kanker, untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis sebagai langkah pencegahan sekaligus deteksi dini. 

Pemerintah menargetkan sebanyak 136 juta masyarakat mengikuti skrining kanker pada tahun ini melalui program cek kesehatan gratis. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Dalam acara tersebut, Menkes Budi juga mengapresiasi peran SWICC yang memberikan pelayanan kepada warga yang terkena kanker.

Sementara itu, drg Suherman Widyatomo, mengatakan, Kabupaten Bogor mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar. Pihaknya prihatinan jika ada warga yang menderita kanker. 

“Mereka berobatnya jauh seperti ke RS Dharmais Jakarta. Ongkos juga mahal. Cost sangat tinggi. Dengan adanya SWICC di Cibinong, kabupaten Bogor Insyaallah pasien kanker bisa diterapi,” ujarnya.

Ia berharap SWICC tidak hanya menjadi pusat layanan kanker yang unggul secara medis, tetapi juga menjadi simbol harapan dan dedikasi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Serta menjadi tempat buat warga untuk melakukan deteksi dini.

“Dengan deteksi dini penderita kanker bisa dibantu. Mereka bisa terapi di SWICC Cibinong. Mudah-mudahan dengan adanya SWICC, jangan ragu untuk berobat dan kami akan berikan pelayanan terbaik,” ujar Suherman.

 

SWICC merupakan Cancer Center Pertama di Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok

Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) merupakan Cancer Center Pertama di Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok. SWICC hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan onkologi yang komprehensif dan berkualitas. 

Dengan pendekatan pelayanan terpadu, SWICC menyediakan layanan mulai dari edukasi dan pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan dan diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan pasien dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi.

Kehadiran layanan kanker yang mudah diakses menjadi semakin penting mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. 

“Kanker terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola hidup, faktor genetik, maupun riwayat keturunan. Meski demikian, deteksi dini dapat membantu proses penanganan menjadi lebih optimal,” jelas dr. Ronaningtyas Maharani, MARS, CRMP, Direktur Pelayanan Medis Sentra Medika Hospital.

q

“Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, tercatat sebanyak 1.130.213 penderita kanker di Indonesia, dengan 474.083 kasus baru dan 283.299 angka kematian. Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, serta akses terhadap layanan skrining kanker,” imbuhnya.

dr. Meta, Managing Director RS Sentra Medika menjelaskan sebagai pusat layanan kanker terpadu yang berlokasi di Sentra Medika Hospital Cibinong, SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, yaitu layanan kanker yang terintegrasi untuk mendampingi pasien di setiap tahapan perjalanan penyakitnya. 

“Melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin, setiap pasien memperoleh rencana penanganan yang dipersonalisasi berdasarkan jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi klinisnya,” ujarnya.

Dr. dr. M. Yadi Permana, Ketua Tim Bedah Onkologi SWICC dalam penanganan kanker, sebagaimana tadi dijelaskan Pak Menkes yang penting adalah deteksi dini 

“Deteksi dini melalui program cek kesehatan gratis,” ujarnya. 

Pihaknya juga siap menjadi tempat rujukan puskesmas. Dan memberikan pelayanan terbaik..Adapun layanan SWICC mencakup edukasi dan pencegahan, deteksi dini, serta pemeriksaan diagnostik yang komprehensif melalui CT Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Ultrasonografi (USG), Mammografi, FibroScan, Laboratorium Patologi Anatomi (PA), pemeriksaan Imunohistokimia (IHK), serta skrining kanker berbasis gen/DNA untuk mendukung penegakan diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan sesuai dengan karakteristik penyakit pasien.

“Dalam aspek terapi, SWICC menyediakan layanan bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, serta terapi target (targeted therapy) yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis setiap pasien,” jelasnya.

Untuk menunjang ketepatan dan efektivitas terapi, SWICC juga dilengkapi dengan teknologi radioterapi terkini, seperti LINAC Elekta Harmony Pro, Brachytherapy Elekta Flexitron, dan CT-Simulator GE Discovery RT. 

“Melalui layanan yang terintegrasi dalam satu lokasi, pasien dapat menjalani seluruh proses, mulai dari edukasi, skrining, diagnosis, perencanaan terapi, pengobatan, hingga pemantauan lanjutan secara lebih terkoordinasi, efisien, dan berpusat pada kebutuhan setiap individu,” jelas Dr. dr. M. Yadi Permana.

Melalui rangkaian kegiatan peringatan satu tahun ini, SWICC berkomitmen untuk terus menjadi pusat layanan kanker yang tidak hanya memberikan pelayanan medis unggulan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker. .

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, SWICC optimistis dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kanker dan memberikan harapan bagi pasien serta keluarga di Bogor dan sekitarnya,” pungkasnya.

 

Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026

Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 selain menghadirkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, sebagai Keynote Speaker juga menghadirkan sejumlah oncology experts nasional sebagai pembicara utama, diantaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dan Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K).

Forum ilmiah ini juga menghadirkan pembicara tamu dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dr. Venita Eng dari Bali, Prof. dr. Linda W. A. Rotty, Sp.PD-KHOM dari Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, serta dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD-KHOM dari Bandung.

Selain itu, lebih dari 30 dokter onkologi berpengalaman turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam rangkaian scientific symposium yang membahas berbagai topik onkologi terkini, meliputi Kanker Hati, Rongga Mulut, Limfoma, Kolorektal, Serviks, Paru, Payudara, Leukemia, Kegawatdaruratan Onkologi, serta Palliative Care dan Pain Management. 

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan Breast Cancer Pre-Workshop dan Breast Cancer Diagnostic Workshop yang berfokus pada inovasi deteksi dini serta peningkatan keterampilan diagnostik kanker payudara.

Rangkaian kegiatan anniversary SWICC telah diawali dengan berbagai kegiatan Cancer Awareness melalui kampanye “Stronger in Awareness, Together in Detection”. 

“SWICC telah melakukan 500 Free Cancer Screenings dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan skrining kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat secara gratis,” jelas dr Meta.

Program edukasi deteksi dini juga dilakukan melalui Webinar Nasional Case Sharing Onco Series dan Seminar Lindungi Diri dari Kanker Serviks & Payudara untuk Perempuan Indonesia Sehat. Sebagai upaya memperluas akses deteksi dini sehingga kanker dapat ditemukan lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang lebih tepat.