Mendag Busan berharap, Harbolnas menjadi momentum besar untuk memperkuat kepercayaan masyarakat pada produk buatan Indonesia. Pemerintah menargetkan nilai transaksi pada Harbolnas 2025 mencapai Rp33–34 triliun, atau tumbuh 10 persen dari capaian sebelumnya yang tercatat sebesar Rp31,2 triliun. (foto ist)
JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akan berlangsung pada 10–16 Desember 2025, dengan enam hari khusus menampilkan produk lokal.
Pemerintah menargetkan nilai transaksi mencapai Rp33–34 triliun, atau tumbuh 10 persen dari capaian sebelumnya yang tercatat sebesar Rp31,2 triliun.
Tahun ini, penjualan produk lokal ditargetkan mencapai Rp17 triliun, serta ditargetkan melibatkan setidaknya 1.000 UMKM.
Untuk mencapai target tersebut, Mendag Busan menyebut, pemerintah bersama idEA telah menyiapkan rangkaian kegiatan, termasuk program “Road to Harbolnas”.
Ini merupakan pembekalan 500 UMKM dengan pelatihan digital, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai platform e-commerce guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
Mendag Busan berharap, Harbolnas menjadi momentum besar untuk memperkuat kepercayaan masyarakat pada produk buatan Indonesia. Sekaligus menciptakan efek berganda bagi sektor transportasi, logistik, dan industri pendukung lainnya.
“Pemerintah memastikan sinergi lintas kementerian dan sektor industri akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi digital nasional,” ujarnya pada acara peluncuran program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Pusat Perbelanjaan Gandaria City, Jakarta pada Kamis, (4/12/205).
Turut hadir pada kegiatan ini Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto, serta perwakilan Kementerian UMKM.
Sementara itu, Menko Airlangga berharap Harbolnas menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada Desember ini.
“Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan program EPIC Sale dan BINA Great Sale yang secara keseluruhan menargetkan total belanja masyarakat hingga Rp110 triliun,” ujarnya.
Target spending di Bulan Desember Rp110 triliun, harapannya bisa mengungkit daya beli. Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun dapat meningkat signifikan.
“UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produksi dan memperlas pasar,” ujar Airlangga.
