Tahun ini, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akan berlangsung pada 10–16 Desember 2025, dengan enam hari khusus menampilkan produk lokal. Harbolnas diharapkan dapat menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi. Sekaligus penguatan ekosistem perdagangan digital nasional. (foto ist)

JAKARTA– Pemerintah meluncurkan program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 di Pusat Perbelanjaan Gandaria City, Jakarta pada Kamis, (4/12/205). 

Harbolnas merupakan program kolaboratif antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). 

Program ini turut didukung Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni serta Kementerian Komunikasi dan Digital. 

Harbolnas diharapkan dapat menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi. Sekaligus penguatan ekosistem perdagangan digital nasional.

Mendag Busan mengungkapkan, Harbolnas menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025. 

“Program ini tidak hanya dipandang sebagai perayaan belanja, tetapi juga sebagai momentum strategis yang berperan sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Mendag Busan menyampaikan apresiasi kepada seluruh platform niaga elektronik (e-commerce), pelaku usaha, dan mitra pemerintah yang telah mendukung berkembangnya perdagangan melalui sistem elektronik.

“Harbolnas, bukan sekadar festival belanja, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kontribusi produk lokal, serta memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia,” ujarnya.