Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama RS Unpad, dr. Herry Herman, Sp.OT., PhD. , disaksikan oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., dan Rektor Universitas Padjadjaran Prof. dr. Arief S. Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., dan para pejabat terkait lainnya. Selain di Jatinangor, Kabupaten Sumedang di tahun 2025 ini, Sido Muncul telah memberikan bantuan operasi katarak gratis kepada 494 pasien penderita katarak yang berada di Pekalongan, Sukabumi, Yogyakarta, Jonggol, Jambi, Jepara dan Indramayu.
JAWA BARAT – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (Ika Unpad) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menggelar bakti sosial (baksos) operasi mata katarak gratis bagi 150 orang pasien di wilayah Bandung, Jatinangor-Sumedang dan sekitarnya yang dipusatkan di RS Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Selasa, (30/9/2025)
Kolaborasi tersebut dalam rangka memperingati Dies Natalis Unpad ke 68 tahun.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa pelaksanaan operasi katarak gratis ini adalah merupakan bagian dari komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Sejak tahun 2011 Sido Muncul telah bekerjasama dengan Perdami hingga saat ini, Alhamdulillah telah mengoperasi cuma-cuma kepada 57 ribu lebih penderita mata katarak di seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan taraf hidup paska mereka dioperasi. Ini karena dengan mereka kembali dapat melihat lebih baik lagi diharapkan dapat bekerja mencari nafkah. Baksos ini sekaligus upaya kita bersama untuk. menekan angka kebutaan penderita katarak khususnya di wilayah Jatinangor dan sekitarnya,” imbuhnya.
Irwan bercerita pentingnya manusia bermanfaat bagi orang lain. Ia mengutip filsuf Yunani Aristoteles bahwa kebahagiaan sejati ditemukan saat memberikan manfaat bagi orang lain.
Irwan juga memberikan optimisme kepada masyarakat untuk dapat mengikis persepsi bahwa operasi katarak adalah sesuatu yang menakutkan. Karena hingga kini, satu-satunya cara secara medis untuk dapat sembuh dari buta karena katarak hanya dengan melakukan operasi.
Irwan mengingatkan ekses bahaya katarak jika tidak dilakukan operasi. Dia berkata mereka yang menderita katarak, akan kehilangan penglihatan dan itu otomatis berpengaruh kepada kualitas hidupnya.
“Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya sudah hilang. Apalagi masalah katarak itu banyak dan terus bertambah setiap tahunnya,” ungkap influencer dan menjadi motivasi kehidupan ini.
Pada kesempatan baksos di RS Unpad tersebut, Irwan membagikan kisahnya tentang masa bocah yang kerap sakit-sakitan. Mulai dari tipus, demam tinggi, batuk pilek, diare, penyakit lainnya hingga seperti stunting.
Aneka penyakit yang dideritanya tersebut nyaris membuat mami dan papinya, Nyonya Desy Hidayat dan Jahja Hidayat berputus asa hingga akhirnya Irwan diasuh bersama sang nenek, Nyonya Rakhmat Sulistio yang tak lain adalah pendiri Sido Muncul, waktu itu masih tinggal di Yogyakarta.
“Dari nenek saya inilah Sido Muncul mulai dirintis. Saya menjadi cucu kesayangan Oma, sehingga ketika membuat logo Sido Muncul yang tertera di lupang jamu, ada foto saya dan Oma saya atau nenek,” beber sulung dari 5 bersaudara, generasi kedua Sido Muncul, yakni Irwan Hidayat, J Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, dan David Hidayat.
Berangkat dari masa kecilnya yang sering sakit-sakitan itulah, Irwan bertekad melalui Sido Muncul, ingin berbuat banyak bagi masyarakat yang kurang beruntung. Yang orang lain rasakan adalah yang juga dia rasakan. Atau sebaliknya yang dia rasakan, barangkali ada orang yang pernah merasakan hal yang sama.
Maka mulailah Sido Muncul bergerak dengan melakukan berbagai aksi sosial, dari operasi katarak, operasi bibir sumbing, bantuan untuk penderita kanker, bantuan bencana alam hingga bantuan untuk mengatasi stunting.
“Kami memanfaatkan dana CSR dan sebagian dana iklan untuk aksi sosial, tentunya juga menggandeng pihak lain yang kompeten melakukan program sosial kemanusiaan ini,” jelas Filantropi Indonesia ini.
Sementara itu, salah satu penderita mata katarak, Mustofa, asal Sumedang bersyukur bisa dioperasi katarak secara cuma-cuma dengan bantuan biaya ditanggung semuanya dari Sido Muncul di RS Unpad.
“Syukur Alhamdulillah dipermudah dapat operasi gratis dari Sido Muncul. Abdi tak sanggup harus bayar biaya operasi katarak Rp15 Juta untuk satu bola mata saja, jika tak ada bantuan seperti ini. Maka abdi mengucapkan terima kasih sekali kepada Sido Muncul dan Pak Irwan yang sering abdi dan keluarga lihat di TV atau berita-berita banyak membantu orang kecil. Semoga kebaikannya dibalas Tuhan,” ungkap Mustofa.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan pihaknya menyambut baik baksos Sido Muncul ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Orang yang paling bahagia adalah yang mampu membahagiakan orang lain dengan menyentuh kebutuhan dasar mereka. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus konsisten dijalankan oleh Sido Muncul. Dan saya mewakili masyarakat yang saya pimpin dan ayomi menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih atas kerjasamanya,” ucap Bupati Dony.
Selain di Jatinangor, Kabupaten Sumedang di tahun 2025 ini, Sido Muncul telah memberikan bantuan operasi katarak gratis kepada 494 pasien penderita katarak yang berada di Pekalongan, Sukabumi, Yogyakarta, Jonggol, Jambi, Jepara, dan Indramayu.
Bertepatan dengan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara (Malut), Sido Muncul kembali akan memberikan bantuan untuk 250 pasien penderita katarak yang akan dilakukan pada tanggal 10-12 Oktober di Sofifi, Ternate, dan sekitarnya.
Pada bulan Oktober, tepatnya tanggal 12 Oktober bertepatan dengan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara (Malut), kata Irwan Hidayat, Sido Muncul kembali akan memberikan bantuan untuk 250 pasien penderita katarak yang akan dilakukan pada tanggal 10-12 Oktober di Sofifi, Ternate, dan sekitarnya.
“Kebetulan saya sudah bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos yang berkesempatan mengunjungi Kantor Sido Muncul di House of Jamu di Cipete, hari Rabu ini (1/10/2025). Beliau mengundang saya untuk bisa hadir di Puncak HUT Maluku Utara sekalian melihat langsung operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu di Sofifi dan Ternate. Tapi saya minta maaf tidak bisa hadir tanggal itu. Tapi bantuan Sido Muncul bekerjasama dengan Perdami siap turun menggandeng dokter mata di RS yang telah cepat dan sigap untuk melakukan operasi katarak,” urai Sociopreneur ini.
Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda Laos turut menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada Sido Muncul melalui Irwan Hidayat yang siap membantu sepenuh hati untuk kemajuan Maluku Utara melalui kegiatan operasi katarak gratis, pengembangan tanaman rempah, dan pariwisata Malut yang akan dipromosikan melalui TVC Sido Muncul di media televisi, mainstream, medsos maupun media luar ruang sehingga pariwisata Malut semakin dikenal dan populer di tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional.

“Semesta membawa saya bertemu dengan Pak Irwan dan Sido Muncul yang tak diragukan lagi dari sisi niat baik dan akal budi membantu rakyat Maluku Utara menemukan takdir dan jalan hidup mencapai sejahtera,” pungkas Gubernur Sherly.
