foto ist
KABUPATEN SLEMAN – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) melalui kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA).
Menurutnya, HET dan HA berperan sebagai titik keseimbangan agar produsen memperoleh harga yang layak untuk terus berproduksi dan konsumen terjaga daya belinya.
Ia memastikan tujuan kebijakan ini untuk menjaga pasokan komoditas bapok dalam jangka panjang tanpa membebani konsumen.
Mendag Busan menyampaikan hal tersebut usai memantau harga dan ketersediaan bapok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin, (21/9/2026).
Ia menjelaskan, HET dan HA ditetapkan pemerintah dengan memperhitungkan biaya produksi, biaya distribusi, dan harga jual, sehingga pedagang dapat terus menjalankan usahanya.
“HET atau HA menjadi titik temu antara produsen dan konsumen. Harga yang terlalu rendah dapat menekan produsen dan mengurangi insentif produksi jangka panjang. Di sisi lain, harga harus berada ditingkat yang wajar agar konsumen tidak dirugikan,” kata Mendag Busan pascapemantauan.
Dalam peninjauan tersebut, Mendag Busan menyampaikan, kondisi pasokan dan harga komoditas bapok di Pasar Potrojayan terpantau relatif memadai dan harga terkendali.
Pemerintah terus menjaga agar pasokan senantiasa cukup dan harga stabil di seluruh wilayah Indonesia.Ia juga mengungkapkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendukung penyerapan pasokan bapok.
Program tersebut juga membantu menjaga keberlangsungan produksi, karena permintaan bapok seperti telur ayam ras dan daging ayam ras terus terjaga.
“Menu makanan dalam MBG seperti telur dan ayam turut menjadi penyeimbang pasokan dan permintaan,” kata Mendag Busan.
Berdasarkan pantauan, sejumlah komoditas bapok di Pasar Potrojayan berada di bawah kisaran HET dan HA.
Beberapa di antaranya, yakni daging ayam ras Rp38.000/kg, telur ayam ras Rp26.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih honan Rp30.000/kg, dan cabai merah keriting Rp45.000/kg.
Hasil pantauan juga menunjukkan beras SPHP Bulog tersedia di beberapa pedagang di pasar dengan harga sebesar Rp12.500/kg, MINYAKITA pasokan Perum BULOG juga tersedia di beberapa pedagang di pasar dengan harga Rp15.700/liter, minyak goreng curah Rp18.400/liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan cabai merah besar Rp45.000/kg.
Sementara itu, harga beras medium tercatat sebesar Rp14.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, gula pasir Rp18.000/kg, daging sapi Rp150.000/kg, dan cabai rawit merah Rp65.000/kg.
Mendag Busan juga menyampaikan, pemerintah pusat terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna memantau harga dan pasokan bapok.
Dalam menjaga ketersediaan dan keseimbangan harga bapok, Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Daerah terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.
Hasil pemantauan SP2KP telah menjadi rujukan dalam upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjadi sistem peringatan dini dalam pengendalian pasokan dan harga bapok di seluruh daerah.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan harga dan pasokan dapat direspons sesuai kondisi di masing-masing daerah.
Sementara itu, dalam menjaga pasokan dan harga beras, Kemendag terus berkoordinasi dengan Perum BULOG dengan mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui pasar rakyat dan toko swalayan.
Mendag Busan berharap, upaya ini dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kemudian untuk daging sapi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menugaskan BUMN Pangan, PT Berdikari, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mengoptimalkan distribusi daging sapi di pasar rakyat.
Salah satu pedagang kelontong Pasar Potrojayan, Nur, menyampaikan, pasokan bapok yang dijual di tokonya cukup dan harga stabil. Saat ini, telur di tokonya turun di kisaran harga Rp24.000–25.000/kg.
“Inginnya sih harga-harga bisa turun agar makin terjangkau,” ujar Nur.
Pedagang ayam, Gianto, berharap pasokan dan harga bapok dapat terus terjaga stabil.
“Harapannya, harga kalau bisa stabil dan bisa disamakan, agar kebutuhan kalangan menengah dan kalangan bawah semua bisa terpenuhi,” kata Gianto.
Sementara itu, Sukirman, pedagang beras di Pasar Potrojayan, mengaku harga beras saat ini stabil. Harga beras SPHP dari BULOG di tokonya dijual di harga Rp12.500/kg.
“Pasokan lancar, tidak ada halangan apa-apa. Harapannya, pasokan bisa terus lancar,” ujarnya.
