JAKARTA – Perum Perumnas terus memperkuat perannya dalam menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan.

Tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah dengan harga terjangkau, Perumnas mengembangkan konsep hunian yang mempertimbangkan aspek aksesibilitas, konektivitas transportasi, kedekatan dengan pusat aktivitas, serta efisiensi biaya dan waktu mobilitas masyarakat.

Penyediaan hunian MBR membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Keterjangkauan harus dilihat sebagai total cost of living, termasuk biaya transportasi, waktu perjalanan, serta akses masyarakat terhadap fasilitas dan pusat kegiatan.

Karena itu, pengembangan hunian di kawasan perkotaan menjadi salah satu strategi Perumnas untuk mendukung penyediaan hunian yang lebih inklusif.

Melalui pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD), Perumnas mengintegrasikan kawasan hunian dengan sistem transportasi publik sehingga masyarakat dapat memiliki akses mobilitas yang lebih mudah menuju pusat bisnis, pendidikan, perdagangan, maupun fasilitas perkotaan lainnya.

Sejumlah kawasan TOD Perumnas dikembangkan dengan mengutamakan aksesibilitas melalui integrasi hunian dan transportasi.

Dalam setiap pengembangan kawasan TOD tersebut, Perumnas juga menyediakan alokasi hunian subsidi yang diperuntukkan bagi MBR, diantaranya Samesta Mahata Tanjung Barat sebanyak 256 unit, Samesta Mahata Margonda 182 unit, dan Samesta Mahata Serpong 330 unit.

“Hunian yang terjangkau bagi MBR tidak cukup hanya diukur dari harga rumah. Lokasi, akses terhadap transportasi publik, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari juga menentukan keterjangkauan yang sesungguhnya. Karena itu, Perumnas terus mendorong penyediaan hunian subsidi yang lebih dekat dengan pusat aktivitas dan terintegrasi dengan transportasi publik,” ujar Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan

Komitmen menghadirkan hunian MBR di kawasan perkotaan juga diwujudkan melalui Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran.

Sebanyak 609 unit dikembangkan sebagai hunian subsidi vertikal untuk memberikan alternatif hunian yang lebih terjangkau dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang semakin terbatas di Jakarta.

Samesta Alonia memiliki konsep hunian vertikal yang mengoptimalkan keterbatasan lahan perkotaan sekaligus memberikan alternatif hunian yang lebih aksesibel bagi masyarakat, termasuk kelompok milenial dan generasi muda yang membutuhkan hunian di kawasan dengan konektivitas yang baik.

Selain membangun kawasan baru, Perumnas turut mengambil peran melalui revitalisasi rumah susun di kawasan perkotaan, antara lain di Tanah Abang dan Klender.

Langkah tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset Perumnas sekaligus upaya menghadirkan kembali hunian vertikal yang layak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.