foto ist 

MATARAM – Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka pasar murah di Lapangan BaleKITA, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (5/11/2026). 

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB ini menghadirkan berbagai barang kebutuhan pokok (bapok) dengan harga sesuai atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan (HA). 

Pasar murah tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Mendag Busan ke Mataram. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri. Sementara itu, hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Isu Karim dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan. 

“Melalui pasar murah, masyarakat dapat memperoleh bapok dengan harga sesuai atau di bawah HET dan HA. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan masyarakat mendapat akses bapok dengan harga terjangkau,” ujar Mendag Busan.

Pasar murah tersebut melibatkan sekitar 20 pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha binaan Bank Indonesia dan dinas terkait hingga badan usaha milik negara (BUMN) seperti BULOG dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). 

Sementara itu, ritel modern yang berpartisipasi dalam pasar murah kali ini, antara lain, Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lotte Mart, dan Ruby Swalayan.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga menarik. Bulog NTB menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp58.000 per 5 kg atau setara Rp11.600/kg, beras premium Rp74.500 per 5 kg, MINYAKITA Rp15.500/liter, serta gula pasir Rp17.500/kg. 

Sementara itu, pelaku usaha binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi NTB menjual cabai rawit merah seharga Rp35.000/kg, bawang merah Rp22.000/kg, dan bawang putih Rp26.000/kg.

“Pemerintah terus mendorong agar pasokan bapok tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pelaku usaha, ritel modern, dan BUMN harus terus dijalankan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan bapok,” kata Mendag Busan.

Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Muhasila, salah satu warga yang hadir, mengaku terbantu dengan harga bapok di pasar murah. 

Ia berharap pasar murah dapat rutin dilaksanakan agar masyarakat, khususnya yang berpenghasilan terbatas, dapat memperoleh bapok dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, harganya terjangkau sekali. Harapannya, pasar murah ini tetap ada, kalau bisa setiap bulan atau dua minggu sekali. Kami berharap, harga bapok bisa tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat yang penghasilannya tidak banyak. Harga minyak goreng juga kami harapkan bisa lebih murah,” ujarnya.