kredit foto: Dhika Septa Permana/BP BUMN

JAKARTA — BP BUMN bersama Danantara mempercepat persiapan pembangunan 12 kawasan kota masa depan atau smart city melalui koordinasi Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama PT Kota Masa Depan Indonesia, Musa Bangun, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (29/10/2026). 

Persiapan pembangunan mencakup penyiapan lahan, pembentukan tim, serta penyusunan master plan agar pelaksanaan proyek dapat segera dimulai.

Dony menekankan bahwa pembangunan kota masa depan membutuhkan struktur organisasi dan tim pelaksana yang kuat serta didukung tenaga ahli berpengalaman.

Hal ini mengingat skala investasi dan kompleksitas pembangunan kota jauh lebih besar dibandingkan pembangunan fasilitas komersial biasa. Karena itu, setiap proyek harus memiliki struktur pengelolaan yang jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investment-nya kan gede dan itu project bukan bangun hotel, tapi bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert, yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Sebagai tahap awal, penyusunan master plan akan diprioritaskan pada tiga lokasi, yakni Walini, Batang, dan Medan. Sementara itu, sejumlah lokasi lain seperti Tuban dan Subang juga masuk dalam identifikasi pengembangan. 

Proses groundbreaking ditargetkan dapat dimulai pada Desember 2026 sebagai langkah awal realisasi pembangunan 12 kawasan kota masa depan tersebut.

Dony juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini harus dirancang dengan standar kualitas tinggi agar mampu menjadi ikon Indonesia. 

Penyusunan master plan perlu dilakukan secara matang dengan melibatkan tenaga ahli dan arsitek yang kompeten, termasuk perencana kawasan bertaraf internasional. Dengan demikian, setiap kawasan yang dibangun tidak hanya modern, tetapi juga memiliki kualitas perencanaan dan desain yang unggul.

“Kita harus menjadi ikonnya Indonesia apapun yang kita kerjain, makanya kita kerjain dengan benar, master plan-nya benar, yang arsiteknya benar,” ujar Dony.

Pengembangan 12 smart city dirancang sebagai kawasan modern dan terintegrasi yang menggabungkan berbagai fasilitas, mulai dari hunian, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur perkotaan yang tertata.

Kawasan ini juga akan mengedepankan konsep kota modern dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi dan penataan utilitas perkotaan yang lebih baik.

Melalui PT Kota Masa Depan Indonesia, BP BUMN dan Danantara mendorong hadirnya kawasan perkotaan modern yang tidak hanya menjadi pusat hunian, tetapi juga membangun ekosistem industri, investasi, dan aktivitas ekonomi baru. 

Pengembangan ini diharapkan menjadi ikon baru pembangunan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.