foto ist 

 

JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) telah resmi dibuka oleh Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Capt. Antoni Arif Priadi mewakili Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Kamis (20/2/2025) 

Salah satu agenda penting Munas II ABUPI adalah memilih Ketua Umum 2025-2030. Tiga calon ketua umum (Caketum) ABUPI akan berkompetisi memperebutkan suara.

Pada Munas II ABUPI tersebut, ada tiga kandidat yang maju yakni, Nomor urut 1: Liana Trisnawati yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ABUPI, nomor urut 2: Mindo Sitorus yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah Jawa Tengah, dan nomor urut 3: Ayi Paryana yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Pemerintah dan Lembaga ABUPI. 

Ditemui disela-sela pembukaan Munas, Caketum nomor urut 2, Mindo Sitorus, mengungkapkan beberapa hal yang akan dilakukannya untuk memajukan ABUPI.

“Tadi saya sudah bicara dengan Pak Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Beliau setuju, kita akan melaunching untuk sistem informasi digitalisasi bekerja sama dengan Kemenhub sebagai implementasi dari pelayanan kepada pemangku kepentingan yang efektif, efisien, akurat, dan terukur. Kita akan bermitra dengan kementerian dan lembaga untuk mengoptimalkan pelayanan yang berbasis digital ini,” ujar Mindo.

Selain itu, kata Mindo, gagasan dan cita-cita sebagai Caketum ABUPI ke depan adalah bagaimana organisasi ini juga masuk ke IMO (International Maritime Organization). Kemudian kita optimistis bahwa efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo, bisa kita dukung bersama dari swasta. Tapi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada publik.

“Dan yang tak kalah penting tadi saya berjanji kepada Pak Dirjen sebagai wakil dari Pemerintah Pusat bahwa kami dari ABUPI pun ketika memimpin siap mendukung peningkatan devisa negara dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan value creation dan inovasi. Kami siap terus mendukung Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran dari sektor kepelabuhan dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sehingga mampu memberikan pemasukan pendapatan pusat dan daerah sehingga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas,” urai Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). 

 

Public Private Partnership Dioptimalkan

Pada kesempatan itu, pemilik BUP PT Pelabuhan Rembang Kencana ini juga bertekad mengoptimalkan Public Private Partnership. Kerja sama swasta dengan pemerintah dalam hal pelayanan di pelabuhan semakin dipacu sebagai manifestasi keinginan Presiden Prabowo melibatkan peran aktif swasta untuk memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. 

“Public Private Partnership yang sudah terjalin harus dioptimalkan. Kita harus gotong royong mewujudkan pelabuhan yang modern dan berdaya saing. Kami siap mendukung bagaimana perekonomian bangsa semakin berkembang pesat, menjadi negara maju, bisa keluar dari negara middle income trap dalam rangka Indonesia emas 2045,” tegasnya. 

Mindo Sitorus yang juga Komisaris Utama Bangun Arta Group ini optimistis mampu membawa industri pelabuhan, logistik, serta sektor maritim berkontribusi lebih besar dalam memajukan organisasi dan sektor pelabuhan secara keseluruhan.

Mindo mengatakan tujuan utama kegiatan Munas ini adalah untuk memilih ketua umum ABUPI periode 2025-2030, dan untuk merumuskan arah dan kebijakan. 

Serta menghasilkan kesepakatan dan langkah konkrit yang akan menjadi acuan bagi ketua umum dan kepengurusan terpilih dalam melaksanakan program-program strategis ke depan, serta merumuskan rekomendasi yang diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih mendukung perkembangan pelabuhan di Indonesia.

“Munas ini diharapkan terjadi dialog yang konstruktif, produktif, dan berdampak besar bagi kemajuan bangsa. Sehingga ABUPI dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pelabuhan dan memperkuat kolaborasi antara anggota, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam rangka meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan Indonesia di kancah global,” jelas Mindo yang pernah tercatat sebagai pendiri Dekopin ini. 

Tekad Mindo begitu jelas, tegas, dan lugas siap mengemban amanah besar membawa kapal besar ABUPI ke tempat tujuan yang diinginkan para share holders dan stake holders organisasi. Menjadikan organisasi yang disegani, memiliki bargaining position tinggi, kebermanfaatan bagi anggota, bangsa dan negara. 

“Bersama Korwil dan Anggota ABUPI, mari melangkah ke depan dengan tegar. Saya menginginkan integrasi pusat harus merata sehingga bisa maju bersama. Bukan hanya satu yang berjaya. Jangan berat ke Jawa saja.”

“Pembangunan harus adil, setara, dan dirasakan oleh segenap tumpah darah Indonesia. Rakyat bahagia, bangsa jaya raya selama jiwa dikandung badan,” tegas Mindo.