Para siswi SMA Taruna Nusantara Magelang melakukan praktikum pengoperasian PLTS sebagai bagian dari program edukasi energi baru terbarukan dari PLN dan IT PLN. (foto ist)
JAKARTA – PT PLN (Persero) bersama Institut Teknologi PLN (IT PLN) menggelar program pelatihan energi terbarukan bagi siswa sekolah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan di Sekolah Menengah Atas”.
Inisiatif ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendukung akselerasi transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui penguatan literasi serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini.
Program yang berlangsung pada periode Juli-Agustus 2026 ini hadir di tujuh sekolah menengah atas (SMA) yang tersebar di Indonesia, yakni SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Gama Yogyakarta, SMA Taruna Brawijaya Jawa Timur, SMAN 1 Binjai, SMAN 4 Medan, SMAN 5 Surabaya, dan SMAN 94 Jakarta Barat.
Lebih dari 250 siswa kelas XI dan XII dari 7 sekolah mengikuti pelatihan intensif mencakup materi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pengelolaan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WTE).
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Akselerasi transisi energi memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui edukasi ini, PLN ingin membekali para siswa dengan wawasan praktis mengenai pemanfaatan energi ramah lingkungan di sekitar kita,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV IT PLN Bidang Kerja Sama, Ahsin Sidqi menegaskan bahwa transisi energi memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman holistik mengenai potensi energi surya serta pemanfaatan sampah menjadi energi. (rls/dai)
