Foto KAI
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Bank Indonesia (BI) resmi menandatangani Perjanjian Jasa Pengangkutan Barang Berharga Milik Negara (BBMN) di Ballroom Jakarta Railway Center pada Rabu (4/12/2024).
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan efisiensi distribusi BBMN ke berbagai wilayah Indonesia khususnya di Pulau Jawa.
Kerja sama ini melanjutkan kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari sepuluh tahun, sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah di Indonesia.
Penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo beserta jajaran dan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Didiek menyampaikan bahwa KAI siap mendukung kebutuhan logistik BI dengan memanfaatkan pengalaman panjang di bidang transportasi dan logistik.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk mendukung operasional institusi negara dalam hal ini BI. Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya kami dalam mendukung efisiensi angkutan logistik dengan transportasi kereta api dan pengurangan emisi karbon,” ujar Didiek.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, BI memandang penggunaan moda transportasi kereta api sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan keamanan distribusi BBMN.
“Kami percaya kerja sama dengan KAI dapat mempercepat distribusi BBMN ke seluruh Kantor Perwakilan BI dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” jelas Marlison.
Dalam keterangan terpisah, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai layanan pengangkutan barang milik negara dengan standar keamanan dan efisiensi tinggi.
“KAI akan memastikan bahwa seluruh proses pengangkutan BBMN berjalan aman, cepat, dan sesuai kebutuhan Bank Indonesia. Kami menyediakan kereta bagasi dengan spesifikasi khusus, seperti kapasitas maksimal 20 ton, fasilitas pendingin udara, CCTV dengan pemantauan jarak jauh, serta perlengkapan keamanan yang maksimal,” ujar Anne.
