Keterangan foto (ki-ka): Noesita Indriani, VC EC2026; Chaerani Rahmatullah, CEO PLN Engineering; Sripeni Inten, Member National Energy Council; Mr. Richard Ireland, CEO Clarion Events Asia; Wanhar, Secretary of the Directorate General of Electricity Ministry of Energy and Mineral Resources; Adi Priyanto, Director of Retail and Commerce PT PLN (Persero); Satya Yudha, Member National Energy Council dan Simon Hoare, Portfolio director, energy portfolio, Clarion Events Asia di acara peluncuran Enlit Asia – Electricity Connect 2026, di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

JAKARTA – Clarion Events, bekerja sama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), akan menyelenggarakan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 pada 22–24 September 2026.

Acara ini akan menyoroti sejumlah area prioritas dalam mendorong transisi energi di kawasan, termasuk penyediaan listrik untuk pusat data (data center) di ASEAN, digitalisasi dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta peran energi nuklir. 

Fokus tersebut mencerminkan inovasi terkini, perkembangan regulasi, serta strategi yang membentuk ekosistem energi yang tangguh dan berkelanjutan. Enlit Asia – Electricity Connect 2026 mendapat dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia serta PT PLN (Persero). 

Enlit Asia merupakan acara tahunan terkemuka untuk sektor ketenagalistrikan ASEAN, yang menghadirkan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari berbagai negara. 

Acara mempertemukan pembuat kebijakan, utilitas, pelaku industri, penyedia teknologi, dan inovator untuk membahas perkembangan terkini, berbagi wawasan, serta membentuk arah masa depan energi kawasan.

Sementara itu, Electricity Connect yang merupakan acara tahunan MKI dan sebelum tahun 2024 lebih dikenal sebagai Hari Listrik Nasional, hadir untuk memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. 

Acara ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan, sekaligus mendorong inovasi, investasi, dan kemandirian energi jangka panjang. 

Sebagai hub dari sektor ketenagalistrikan Indonesia dan dunia internasional, event Electricity Connect sukses menghadirkan 15.000 peserta dan 179 exhibitor pada 2024 dan 2025.

Penyelenggaraan tahun ini didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia serta PT PLN (Persero). 

Kolaborasi ini menjadi krusial di tengah kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan Indonesia yang diestimasi mencapai lebih dari USD 500 miliar demi mencapai target Net Zero Emission (NZE).

Sebagai tulang punggung dekarbonisasi nasional, Pemerintah Indonesia kini memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target ambisius sebesar 100 GW. 

Langkah ini tidak hanya bertujuan menurunkan emisi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan listrik sektor digital, khususnya data center, yang diprediksi tumbuh hingga 20% per tahun di kawasan ASEAN.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Wanhar Abdurrahim mengatakan, pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. 

”Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional. Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan, termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

“Melalui Enlit Asia – Electricity Connect 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif,” imbuh Wanhar Abdurrahim.

Senada dengan kebijakan pemerintah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan peran strategis PLN dalam menerjemahkan peta jalan transisi energi menjadi hasil nyata. 

Dalam sesi Executive Briefing mendatang, PLN memaparkan arah kebijakan operasional yang fokus pada akselerasi proyek energi baru terbarukan (EBT) dan penguatan sistem.

Melalui acara ini, pihaknya jelas Darmawan, akan memberikan Policy Direction PLN yang jelas, terutama dalam menerjemahkan kebijakan Pemerintah menjadi hasil nyata, mulai dari akselerasi proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan Program Listrik Desa (Lisdes).

“Selaras dengan tema ‘Powering Regional Sovereignty, Securing Energy System Resilience’, PLN hadir untuk menunjukkan berbagai Quick Wins atau capaian nyata yang membuktikan bahwa transisi energi di Indonesia telah berjalan secara konkret melalui digitalisasi jaringan (smart grid) dan penguatan sistem yang tangguh,” ujarnya.

“Kami mengundang kolaborasi lintas batas untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya bersih dan andal, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung bagi kedaulatan ekonomi Indonesia dan ASEAN di kancah global,” imbuh Darmawan.

Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar mengatakan kolaborasi strategis antara MKI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero) dan Clarion Events dalam menghadirkan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 ini mencerminkan komitmen kuat lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor energi.

“Kolaborasi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 menjadi acara penting untuk mendukung dan mempercepat pengembangan sektor energi Indonesia dan ASEAN. Peran asosiasi industri, dalam hal ini MKI, sangat krusial dalam menjembatani kebijakan, kesiapan industri, dan inovasi teknologi dalam transisi energi Kawasan,” ujarnya.

CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland mengatakan “Pendaftaran untuk exhibitor, sponsor, dan peserta resmi dibuka mulai hari ini. Dengan target 11.000 peserta dan 280 exhibitor global, acara ini bukan sekadar pameran, melainkan pusat transaksi teknologi dan investasi energi. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan”.