Harhubnas 2024, Transportasi Kereta Api Selalu Terhubung (foto KAI)

 

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group terus memberikan kemudahan masyarakat dalam mobilitasnya, melalui berbagai jasa layanan transportasi kereta api. 

Mulai dari kereta api penumpang jarak menengah/ jauh, kereta api barang, kereta api lokal, KRL, LRT Jabodebek, KA Wisata, KA Whoosh, dan KA Bandara. KAI Group telah melayani 299.752.109 penumpang pada periode Januari hingga Agustus 2024. 

Dengan rincian 29.922.766 penumpang KA jarak menengah/ jauh, 4.648.369 penumpang KA lokal (dikelola KAI), 244.454.242 penumpang KRL dan KA Lokal yang dikelola KAI Commuter, 3.693.345 penumpang KAI Bandara, 12.700.737 penumpang LRT Jabodebek, 95.355 penumpang KAI Wisata dan 4.237.295 penumpang KA Whoosh. 

“Atas kepercayaan tersebut, KAI berkomitmen terus menghadirkan moda transportasi sebagai solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,” jelas Vice President Public Relations KAI Anne Purba, Selasa (17/9/2024).

Anne juga mengatakan, seiring dengan pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih terintegrasi oleh pemerintah, KAI berkomitmen mengembangkan beragam fasilitas terpadu di stasiun yang jauh lebih modern dengan mengedepankan aspek keberlanjutan (SDGs).

“Kini, penumpang dapat dengan mudah terkoneksi dari kereta api ke pesawat, kapal laut, ataupun moda darat lainnya, berkat fasilitas dan layanan terintegrasi yang KAI Group sediakan,” ujar Anne.

“KAI juga melakukan beragam upaya kolaborasi dengan berbagai pihak. Seperti Pemerintah, Bandara, Pelabuhan laut, dan operator transportasi darat lain agar moda kereta api menjadi solusi kemacetan dan bisa dinikmati oleh semua kalangan,” imbuhnya.

Anne menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan terwujudnya integrasi moda transportasi ini, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan waktu perjalanan dapat dipangkas secara signifikan,” jelas Anne.

“Kami melihat peningkatan ini sebagai cerminan dari kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Serta keberhasilan dalam menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman, cepat dan terjangkau,” pungkasnya.