foto ASDP 

 

TUAL – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan wisata dan perekonomian lokal di wilayah Tual, Maluku. 

Yakni melalui layanan penyeberangan antar pulau yang memudahkan akses ke destinasi-destinasi unggulan serta distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menegaskan bahwa ASDP melalui Cabang Ambon dan Tual terus berupaya untuk memastikan terpenuhinya layanan kepentingan umum. Serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah yang terdiri dari banyak pulau kecil ini.

“Akses transportasi masih terbatas, padahal Tual dan sekitarnya menyimpan potensi wisata yang luar biasa, terutama destinasi wisata pantai. Kami memastikan layanan penyeberangan yang aman dan nyaman dapat meningkatkan arus wisatawan ke wilayah ini,” ujarnya, Senin (16/9/2024).

Shelvy menjelaskan bahwa salah satu tujuan wisata yang kini makin mudah diakses berkat layanan ASDP adalah Pantai Batu Kora dan Pantai Papaliseran di Dobo. 

Kedua pantai ini menawarkan panorama pasir putih yang memukau, dan wisatawan dapat menjangkaunya melalui lintasan Tual-Dobo menggunakan KMP Lobster dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. 

Selain Dobo, wisatawan juga bisa mengunjungi wilayah Bandaeli dengan waktu tempuh hanya satu jam dari Tual menggunakan KMP Tanjung Madlahar. 

Bandaeli tidak hanya menawarkan keindahan pantai, tetapi juga warisan budaya berupa kerajinan gerabah tradisional yang dikenal sebagai Umbo/Umba.

Pewarnaan gerabah ini dilakukan dengan teknik kuno menggunakan batu alam, seperti Batu Tinggao dan Batu Wailyaro, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

“Tak hanya dari sisi pariwisata, ASDP juga berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat, terutama dalam distribusi bahan pokok seperti sayuran,” pungkasnya.

Saat ini, ASDP melayani lintasan penyeberangan di wilayah Tual dengan tiga kapal ferry, yakni KMP Lobster, KMP Tanjung Madlahar, dan KMP Erana.

Rute yang dilayani mencakup Tual-Dobo, Dobo-Benjina, Tual-Kur, hingga Tual-Kaimana, yang menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dengan pusat distribusi dan pariwisata.