foto ist 

 

JAKARTA – Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal Ary Henryanto mengatakan salah satu fokus yang dilakukan oleh pihaknya adalah peningkatan kualitas layanan pelabuhan untuk menciptakan rantai logistik yang lebih efisien.

“Tujuan utama PT Pelindo Multi Terminal adalah menekan biaya port dan cargo stay. Meskipun setiap terminal memiliki keunikan tersendiri di masing-masing daerah,” ujarnya dalam acara “Sharing Session: Transformasi Dunia Kepelabuhanan Non-Petikemas Indonesia” di Djakarta Theater, Selasa (2/6).

Di sebagian besar terminal di Pulau Jawa bersifat terminal bongkar (import), sedangkan di luar Pulau Jawa sebagian besar bersifat terminal muat.

PT Pelindo Multi Terminal berfokus pada standarisasi layanan di terminal bongkar muat, komersial di terminal, efisiensi pengelolaan terminal, dan pertumbuhan laba.

“PT Pelindo Multi Terminal juga terbuka untuk menggandeng cargo owner sebagai mitra strategis guna meningkatkan produktivitas dan kapasitas komersial,” ujar Ary.

Selaras dengan hal tersebut, Guru Besar Bidang Risiko Logistik Maritim Institut Teknologi Surabaya Saut Gurning yang juga menjadi narasumber dalam acara ini menyampaikan bahwa perhatian Pelindo sudah cukup baik karena saat ini dunia mengarah ke non-peti kemas.

“Saya kira perhatian Pelindo sudah cukup baik, mengingat saat ini dunia mengarah kepada non-peti kemas,” kata Saut. 

Executive VP Port Handling and Stevedoring FKS Logistics Wiji Dewabroto, yang juga menjadi salah satu narasumber  diskusi sekaligus pelanggan strategis PT Pelindo mengatakan, sebenarnya Pelindo khususnya untuk PT Pelindo Multi Terminal itu sudah banyak melakukan perubahan yang sangat luar biasa bahkan sebelum merger. 

“Transformasi dengan modernisasi ini membuat produktivitas naik, dulu pembongkaran biji-bijian dan bungkil dalam satu hari hanya sekitar 5.000-6.000 ton. Sekarang dengan modernisasi, kita sudah sampai di 20.000-25.000,” ujarnya.