foto ist 

BOGOR – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa dan civitas academica untuk bergabung dalam Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan. 

Ia menilai, lulusan kampus memiliki banyak kesempatan untuk menjadi pelaku usaha. Selain itu, peluang ekspor Indonesia masih terbuka lebar di tengah berbagai tantangan global. 

Mendag Busan pun mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha dan eksportir muda. Hal ini disampaikan Mendag Busan dalam “Campuspreneur 2026: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026). 

Turut hadir Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet. Mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.

“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur pun bersinergi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga penjajakan bisnis (business matching). Dengan demikian, terjalin sinergi menjaring produk potensial dari kampus untuk mengisi pasar dalam negeri maupun menembus ekspor,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menambahkan, peserta Campuspreneur terpilih juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. 

Kemendag juga.menyiapkan ruang promosi khusus bagi peserta Campuspreneur serta fasilitasi dalam program pitching atau business matching agar produk-produk inovatif hasil karya mahasiswa dapat bertemu langsung dengan ribuan pembeli mancanegara.m

Di hadapan para mahasiswa, Mendag Busan pun menjelaskan sejumlah hasil fasilitasi ekspor yang dijalankan Kemendag.

Contohnya, sepanjang 2025, Program Usaha Mikro Kecil Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) berhasil mencatatkan transaksi ekspor UMKM sebesar USD 134,87 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Sementara itu, pada periode Januari–Mei 2026, nilai transaksinya telah mencapai USD 193,88 juta.

Sementara itu, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyambut baik pelaksanaan Program Campuspreneur. Ia menilai, program tersebut sejalan dengan visi IPB dalam mencetak sumber daya manusia yang berorientasi pada kewirausahaan. 

“IPB punya visi untuk menjadi Technosocial Entrepreneur University. Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berorientasi pada kewirausahaan, dan program Campuspreneur ini sangat sinergis. Kami juga akan mengintegrasikan program ini dengan kurikulum di IPB sehingga program mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti program ini bisa diakui sebagai kredit yang mendukung pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.