foto ist 

SANTIAGO – Pemerintah Indonesia melalui KBRI Santiago dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago terus berupaya memperkuat hubungan perdagangan Indonesia-Chili. 

Kali ini, upaya tersebut dilakukan melalui Breakfast Meeting: Encuentro con el Mundo bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago, Cili pada Rabu, (6/5/2026). 

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menanggapi pentingnya pertemuan tersebut. Ia menyoroti Cili sebagai salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.

“Tren pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor produk unggulan. Indonesia pun mempromosikan berbagai produk potensial yang sesuai dengan tren pasar Cili seperti furnitur dan dekorasi rumah berbahan alami, kopi specialty, produk berbasis kelapa, produk perikanan olahan, serta produk kemasan ramah lingkungan,” ungkap Puntodewi dari Jakarta.

Puntodewi juga menyinggung skema perjanjian dagang yang telah dimiliki oleh Indonesia dan Cili, yaitu Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Ia berharap, perluasan cakupan Indonesia-Chile CEPA pada sektor jasa serta pengembangan kerja sama sektor investasi dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. 

“Melalui implementasi Indonesia-Chile CEPA dan penguatan promosi perdagangan, Indonesia terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar Cili,” tutur Puntodewi.