keterangan foto (ka-ki): Dirut Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat, Yana K Anggraini Hidayat (VP Digital Marketing & HRBP Commercial Sido Muncul), BA Tolak Angin Nicholas Saputra, Direktur Marketing Maria Hidayat, Andy Noya merilis iklan TVC terbaru produk Tolak Angin dengan tema “Dari Indonesia untuk Dunia” (foto ist)

 

JAKARTA – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) semakin meneguhkan posisinya sebagai perusahaan jamu dan obat herbal terbesar dan termodern yang mengutamakan evidence based atau pendekatan pengambilan keputusan yang berdasarkan pada bukti ilmiah terkini, valid, dapat dipertanggungjawabkan, dan bukan sekadar mengandalkan intuisi, tradisi, atau pengalaman masa lalu yang tidak sistematis. 

Menuju usia 75 tahun pada bulan November mendatang, Sido Muncul merilis beberapa terobosan yang bisa jadi belum terpikirkan oleh kompetitor. 

Pemikiran dan gagasan genuine tersebut sejatinya telah dilakukan oleh 5 bersaudara generasi kedua Sido Muncul yakni Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat dan David Hidayat. 

Gagasan original ini dimotori oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat, yang tak lain adalah sulung pasangan mendiang Jahja dan Sandra Hidayat sebagai generasi pertama Sido Muncul dan cucu dari pendiri Rachmat Sulistio. 

Tribute terhadap perjalanan 75 Tahun Sido Muncul diwujudkan pada kuartal pertama 2026 dengan menciptakan Sido HerbalPedia dan SiHerbie pada 23 April 2026, bertepatan HUT Irwan Hidayat yang ke 79 tahun. 

Melalui peluncuran platform Sido HerbalPedia dan asisten virtual cerdas SiHerbie, yang merupakan inovasi platform digital salah satu legenda jamu Indonesia ini mendedikasikan kepada Republik dengan terwujudnya Pusat Informasi Herbal dan Kesehatan, sebagai sumber referensi terpercaya yang menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi digital. 

Langkah ini diharapkan dapat menjadi kompas dan panduan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kekayaan herbal Indonesia secara saintifik.

Pada 18 Mei 2026, Sido Muncul  meluncurkan iklan TVC terbaru produk Tolak Angin dengan tema “Dari Indonesia untuk Dunia” dengan memperkenalkan brand ambassador terbaru Tolak Angin, Nicholas Saputra yang kesohor sebagai bintang film, model, penulis naskah, sutradara, hingga produser, dan juga seorang aktivis lingkungan, konservasi, dan hak-hak anak. 

Menurut Irwan, setelah resmi jadi Brand Ambassador Tolak Angin, Nicholas Saputra juga sangat siap mengkampanyekan tekad: ‘Dari Indonesia untuk Dunia” dan kembali menegaskan bahwa herbal asli Indonesia kini dipercaya lintas generasi dan benua. 

Irwan juga bercerita pilihan tagline “Dari Indonesia untuk Dunia” untuk iklan Tolak Angin yang dikampanyekan oleh Nicolas Saputra ini merupakan simbol perjalanan panjang Tolak Angin sebagai produk herbal asli Indonesia yang telah dipercaya lintas generasi dan kini dikenal di pasar internasional.

“Indonesia itu sejatinya sangat kaya dan karena berkat Tuhan saja yang menyayangi bangsa ini, Indonesia memiliki kelebihan yang tidak dipunyai negara lain karena kekayaan herbal di dunia. Maka kelebihan ini yang mestinya menjadi kekuatan bangsa ini untuk lebih percaya bahwa sumber keanekaragaman hayati Indonesia jika dikelola dengan akal budi dan pendekatan saintifik akan dibutuhkan dan bermanfaat untuk dunia,” ujar Irwan di Jakarta. 

Pada kesempatan itu, selain Irwan Hidayat, Direksi Sido Muncul yang hadir antara lain Maria Reviani Hidayat, Budiyanto, Darmadji Sidik, Yana K Anggraini Hidayat selaku VP Digital Marketing & HRBP Commercial Sido Muncul, juga Komisaris Independen Sido Muncul, dr Mohammad Adib Khumaidi. 

Lalu Brand Ambassador (BA) Tolak Angin Andy F Noya dan BA teranyar Tolak Angin, Nicolas Saputra, dan istri Irwan Hidayat, Shinta Hidayat serta kedua putranya Mario dan Marco Hidayat. 

Lebih lanjut, Irwan menambahkan bahwa kehadiran Nicholas semakin memperkuat brand Tolak Angin yang merepresentasikan sebagai sosok personal orang Indonesia yang modern, cerdas, aktif, berkarakter, berintegritas, dan memiliki citra positif yang selaras dengan value brand produk unggulan Sido Muncul itu sendiri bahwa orang pintar pilihan utamanya adalah Tolak Angin. 

Kehadiran Nicholas Saputra juga melanjutkan perjalanan panjang komunikasi brand Tolak Angin yang sebelumnya diperkuat oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Rhenald Kasali dan Andy F. Noya. 

Pergantian brand ambassador ini menjadi bagian dari strategi penyegaran komunikasi tanpa meninggalkan pesan utama yang telah melekat kuat di masyarakat.

Irwan menjelaskan bahwa melalui iklan terbaru ini, Sido Muncul ingin menegaskan bahwa Tolak Angin bukan sekadar produk herbal ansich. 

Akan tetapi juga bagian dari kebanggaan Indonesia yang mampu bersaing secara global dan menjadi kekuatan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. 

Selama puluhan tahun, Tolak Angin hadir menemani masyarakat menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk ini kembali menegaskan bahwa peluncuran iklan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap produk herbal Indonesia.

“Selama 75 tahun, Sido Muncul terus berinovasi menghadirkan produk berkualitas yang aman dan terpercaya. Tolak Angin menjadi bukti bahwa produk herbal Indonesia dapat diterima tidak hanya di dalam negeri. Akan tetapi juga di berbagai negara di dunia, seperti di Asia, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah,” ungkapnya. 

Irwan mengatakan SIDO juga ingin terus memperkuat penelitian dan riset secara serius terhadap produk-produk herbal yang dimiliki.

“Tahun ini kami akan berkonsentrasi melakukan penelitian terhadap produk-produk kami sendiri.Melakukan penelitian yang sangat intensif di laboratorium dan R&D kami,” tuturnya. 

Doktor Kehormatan Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menegaskan pengembangan produk ke depan tidak hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun saja. 

Akan tetapi juga penelitian dan pengembangan sebuah produk dari obat herbal harus berbasis studi ilmiah dan standardisasi.

Irwan berkeyakinan penguatan riset menjadi prioritas penting agar produk herbal Indonesia bisa diterima lebih luas di pasar global. 

Untuk mendukung langkah tersebut, Sido Muncul bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi riset. Perusahaan juga memiliki laboratorium sendiri untuk mendukung proses penelitian dan pengembangan produk.

 

Kemandirian Bahan Baku Obat 

Dokter Mohammad Adib Khumaidi yang juga Komisaris Independen Sido Muncul menjelaskan dengan adanya riset, ini kaitannya bahwa sebuah produk kalau kemudian diperkuat dengan basis riset itu berarti adalah evidence-based medicine.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Sido Muncul ini adalah sebuah bagian pembuktian sebenarnya dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa semua proses di dalam semua produk ini adalah dengan berbasis riset,” bebernya. 

Adib juga mengungkapkan bahwa riset yang dilakukan Sido Muncul telah menggandeng beberapa universitas.

“Bahkan Pak Irwan sangat aktif berdiskusi dan saling sharing pengalaman dan pengetahuan tentang jamu dan obat herbal kepada komunitas dokter, tenaga kesehatan, akademisi dan mahasiswa di Fakultas Kedokteran, peneliti, maupun penggiat herbal. Dari sini kita juga ingin mendorong ruang riset bersama. Karena kita tahu bahwa ada satu komitmen negara yang diamanatkan dalam dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan aturan turunannya, bagaimana kita meningkatkan bahan baku alam sebagai cara untuk kemandirian bangsa dari ketergantungan impor,” urai Adib.

Komitmen tersebut, kata Ketum PB IDI (2022-2025) ini, menjadi cita-cita bersama bahwa Indonesia tidak melulu menjadi importir bahan baku alam dunia. Tetapi bangsa ini arus menjadi eksportir sebenarnya bahan baku alam.

“Inilah yang menjadi salah satu komitmen Sido Muncul. Dan ini adalah bagian dari visi Sido Muncul bahwa ketahanan kesehatan bangsa harus melalui ketahanan farmasi dan obat herbal. Apalagi jamu ini menjadi satu penguat untuk dapat meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat Indonesia,” terang Adib.

Sementara itu, Brand Ambassador Tolak Angin sebelumnya, Andy F. Noya menilai langkah Sido Muncul memperkuat riset menjadi sangat penting di tengah masyarakat yang kini semakin kritis terhadap klaim produk kesehatan.

“Hari ini tidak cukup hanya menggantungkan dari kekuatan kearifan lokal saja. Tetapi juga harus dapat dibuktikan dengan science bahwa apa yang diyakini oleh nenek moyang kita dulu memang punya khasiat luar biasa,” ujarnya.

Andy juga menilai pemilihan Nicholas Saputra sebagai brand ambassador bukan keputusan yang kebetulan.

Menurut Andy, Nicholas dikenal sangat selektif dalam memilih atau mengkurasi sebuah project dan selalu menjaga integritasnya sebagai public figure yang berkualifikasi di dunia akting hingga meraih Piala Citra sebagai Aktor Terbaik dalam film Gie karya Riri Riza. 

“Ketika akhirnya mau menjadi bintang iklan Sido Muncul, itu artinya dia percaya pada fakta dan data yang tadi ada proses yang dilalui yaitu melalui research,” tutur wartawan senior yang mashur sebagai host di program talkshow Kick Andy MetroTV ini. 

 

Buktikan Sendiri Proses Produksi, Kunjungi Pabrik

Pada kesempatan yang sama, bintang panggung di launching TVC Tolak Angin, yakni Nicholas Saputra mengaku telah lama mengonsumsi produk unggulan paling disukai masyarakat ini, terutama sebelum bepergian atau menjalani aktivitas apa pun. 

“Saya juga menggunakan Tolak Angin sudah cukup lama, dan sudah menjadi bagian dari lifestyle saya. Terlebih lagi saya tipikal orang yang suka jalan, suka traveling sehingga saking keseringan di outdoor tentu juga perlu booster untuk daya tahan tubuh agar tetap vit,” tutur traveller yang menyukai penjelajahan ke sejumlah destinasi dunia ini. 

Aktor Indonesia yang melejit berkat perannya sebagai Rangga dalam film legendaris Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) pada tahun 2002 ini, juga mengaku bekerja sama menjadi bagian keluarga besar Sido Muncul karena memiliki kesamaan idealisme yang diperjuangkan dalam filosofi pendiri dan dilanjutkan anak dan cucu keturunannya, yakni perusahaan ini ada, hadir, diterima dan dipercaya masyarakat karena memberikan value yakni dampak kebermanfaatan dan keberlanjutan dengan mematuhi aturan, norma, dan etika. 

Maka saat Nicholas dipersilahkan mengunjungi kompleks pabrik Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng untuk melihat langsung proses penanaman, pembenihan, perawatan tanaman obat herbal, pemilihan dan pemuliaan bahan baku obat hingga proses produksi serta penelitian dan pengembangan yang dilakukan para tenaga kerja yang bekerja dengan hati karena menyukai dan mencintai pekerjaan, maka dia meyakini hasil yang didapat dari sebuah proses yang baik akan menghasilkan produk berkualitas, teruji dan terbaik untuk konsumen.

“Saya sudah mengujinya sendiri, dan dalam prosesnya sebelum akhirnya iklan ini keluar, saya mengikuti proses di mana mereka membuat, dan bagaimana bahan-bahan baku itu sangat diterima dengan spesial,” tutur Alumni Fakultas Teknik Arsitektur UI ini. 

Nicholas mengaku sangat enjoy dan antusias sekali melihat cara proses Tolak Angin di pabrik Sido Muncul. 

“Jadi itu salah satu yang spesial tentang saya kenapa harus melihat langsung di pabriknya di Ungaran.. Satu lagi yang penting. Saya melihat value-nya ketika melihat bahwa proses pembuatan para pekerja di pabrik itu dengan happy, dengan gembira dan bahagia. Itu artinya hati mereka ada dalam produksi tersebut,” ungkapnya.

Menurut Nicholas, jamu dan herbal Indonesia juga memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas dan menjadi kiblat di dunia internasional.

“Banyak orang dari luar negeri dari belahan benua mana saja yang pernah ke Indonesia, saat mereka balik ke negara asalnya juga membawa oleh-olah Tolak Angin karena sudah membuktikan khasiat dan dapat dipercaya sebagai produk herbal berstandar tinggi,” pungkas Nicholas. 

 

Kekuatan Karakter Brand Ambassador

Sedangkan Direktur Marketing Sido Muncul Maria Hidayat mengatakan perjalanan Nicholas Saputra ke pabrik Sido Muncul di Ungaran tentu saja untuk mengenal lebih dalam dan membuktikan tentang produk yang dia pakai, yaitu Tolak Angin secara riil, itu bukan retorika, apalagi rekayasa. 

“Jadi di sana, Nicholas melihat bagaimana pembelian bahan bakunya, pengolahannya, lalu cara produksinya dan riset yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Sehingga saat dia mengenalkan kepada masyarakat dunia tentang Tolak Angin dan keunggulan tanaman herbal, akan related dengan fakta dan data yang dia lihat sendiri,” terangnya. 

Maka, kata Maria, tidak keliru jika legacy kebaikan dan keunggulan Tolak Angin diteruskan oleh brand ambassador berikutnya yakni Nicholas Saputra, setelah inspirasi dari seorang Prof Rhenald Khasali dan Andy F Noya terus diamplifikasi ke masyarakat. 

“Ya saya kira tepat Nicholas Saputra jadi BA Tolak Angin karena dia memang pas dengan habit yang sudah dibawanya sejak lama sebagai public figure yang aktivitasnya tinggi bahkan tergolong very traveler. Jadi konsep iklannya itu juga bercerita tentang itu. Meski sangat sibuk, Nicholas tidak lupa menjaga imunitas dan staminanya dengan minum Tolak Angin,” tandas Maria.

Selain itu, tutur Maria, Nicholas memiliki kekuatan karakter tersendiri dibandingkan para pesohor lainnya. 

“Saat ini yang paling tepat buat Tolak Angin menurut kami ya Nicholas. Karena Nicholas ini orangnya sangat hati-hati untuk memilih peran apalagi sebagai duta produk yang harus memiliki branding positif, nyata, dan bermakna buat banyak orang. Jadi kita tahu sendiri image yang harus dijaga beliau. Selalu menjaga integritas sebagai apapun. Sebagai aktor, sebagai pembuat film, kemudian pemilihan-pemilihan kegiatan yang dilakukan juga. Jadi selain berprestasi, orangnya juga baik kalau menurut saya,” ucap Maria. 

Dari pandangan putri sulung Irwan Hidayat ini, Nicholas juga sangat care dengan lingkungan hidup. 

“Jadi menurut saya cocok sekali dengan image yang ingin dibawa atau dengan brand Tolak Angin,” imbuh Maria.

Jadi lebih tepatnya, kata Maria, pihaknya beruntung bisa menggandeng Nicholas Saputra menjadi Brand Ambassador Tolak Angin. 

“Saya beruntung karena kebetulan ternyata Nicholas minum Tolak Angin. Jadi waktu pertama saya tanya, dia juga enggak terlalu banyak rejection. Kalau Nicholas itu tanya tentang keamanannya, standar produksinya seperti apa, dan penelitiannya bagaimana,” beber Maria. 

 

Orang Pintar Minum Tolak Angin

Iklan terbaru ini juga kembali mengangkat tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin” yang telah melekat di benak masyarakat selama bertahun-tahun. Tagline tersebut merepresentasikan bahwa semua orang itu pintar di bidangnya masing-masing. 

Selain memperkuat citra positif produk, iklan ini sekaligus menjadi bentuk counter hoax terhadap berbagai informasi yang tidak benar mengenai Tolak Angin. Sido Muncul menegaskan bahwa Tolak Angin telah melalui berbagai proses penelitian dan pengujian untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

Sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT), Tolak Angin yang diformulasikan sejak tahun 1930, telah melakukan penelitian dan pengujian ilmiah yang mencakup uji toksisitas (keamanan) dan uji khasiat, dan dinyatakan aman dikonsumsi. 

Standar kualitas tersebut menjadi komitmen Sido Muncul dalam menghadirkan produk yang tidak hanya dipercaya masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat diterima pasar global.

Dengan peluncuran iklan TV terbaru ini, Sido Muncul berharap Tolak Angin dapat terus menjadi obat herbal Indonesia yang membawa semangat lokal ke tingkat dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan herbal terbaik di dunia.