Sido Muncul dipercaya dalam kegiatan Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional (P3N) Kemenaker dan banyak kegiatan lain yang menandakan bahwa Pabrik Sido Muncul dan Agrowisatanya menjadi rekomendasi bagi masyarakat dari berbagi lapisan untuk berkunjung mendapatkan literasi dan edukasi (foto ist)

 

JAKARTA – Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (HC.) Irwan Hidayat meyakini Indonesia memiliki modal kuat menjadi pemain utama dalam industri wellness tourism atau wisata kesehatan karena berkat Tuhan berupa anugerah kekayaan tradisi jamu yang dimiliki sejak zaman nenek moyang hingga saat sekarang. 

Irwan memastikan bahwa setiap orang ingin hidup sehat, sejahtera, dan bahagia maka wisata kesehatan juga menjadi prioritas utama masyarakat Indonesia. 

“Kesehatan itu goal setiap orang. Saya melihat wisata kesehatan itu bisa menjadi motor penggerak pariwisata di Indonesia,” ujar Irwan saat menjadi narasumber utama dalam program Leader Talk, dari portal berita online di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pandangan tersebut disampaikan Irwan Hidayat yang dikenal sebagai Sang Kreator bagi Transformasi Sido Muncul merespon kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menjadikan jamu tradisional, kosmetik berbahan alam, hingga wisata medis (medical tourism) sebagai motor baru penggerak pariwisata Indonesia.

Kolaborasi itu didorong oleh besarnya potensi pasar wellness tourism atau wisata kebugaran. Secara global, nilai ekonomi sektor ini diperkirakan melampaui US$1 triliun pada 2026 dan diproyeksikan terus bertumbuh dalam satu dekade mendatang.

Sulung dari 5 bersaudara generasi kedua Sido Muncul (Irwan Hidayat, J Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, dan David Hidayat) ini telah memprediksi bahwa potensi dan pertumbuhan wellness tourism akan terus meningkat.

Maka sejak 2002 Sido Muncul, kata Irwan, sudah mulai membuka pabriknya yang modern dan terintegrasi yang berstandar industri farmasi dengan dukungan agrowisatanya telah banyak dikunjungi masyarakat dari semua lapisan.

Baik masyarakat umum, dari latar belakang profesi, ekonomi dan sosial, semuanya dapat mengakses informasi dan apa saja yang ingin diketahui dari pra, proses, dan paska produksi jamu hingga menjadi obat herbal.

Dirut Sido Muncul, Dr. (HC.) Irwan Hidayat (kiri) bersama adik bungsunya Direktur Operasional Sido Muncul, David Hidayat dan istri menerima kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani yang mengapresiasi pabrik dan Agrowisata Sido Muncul menjadi role model industri wellness tourism (foto ist)

Irwan sangat optimis wellness tourism menjadi motor baru pariwisata Indonesia sehingga Pabrik Sido Muncul pun kini sukses jadi rujukan wisata jamu bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Doktor Kehormatan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai Doktor Jamu dan Obat Herbal karena pengalaman dan jejak rekamnya ini mengungkapkan bahwa di setiap bulannya, jumlah pengunjung dari kalangan pelajar, mahasiswa, peneliti perguruan tinggi, bahkan dari kalangan dunia kedokteran dan tamu dari luar negeri lainnya rata-rata mencapai 8.000 orang atau sekitar 90 ribu per tahun.

Selama melakukan tur dan visit ke pabrik, pengunjung tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga mengenal berbagai tanaman obat yang menjadi bahan baku jamu sehingga kunjungan terasa seperti wisata edukasi. 

Karena di komplek Agrowisata Sido Muncul yang berada terintegrasi dengan Pabrik Sido Muncul di Bregas, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga dilakukan konservasi tanaman obat, rempah-rempah hingga satwa yang telah mendapatkan izin dari otoritas negara. 

“Jadi saya yakin para pengunjung betah dan ingin tidak sekali saja berkunjung kembali ke tempat kami. Karena banyak experience baru dan mendapatkan wawasan pengetahuan berharga dan bermakna,” beber Irwan.

Irwan mengaku dirinya juga tak segan dan antusias menemani rombongan pengunjung dari manapun dan sangat betah memberikan presentasi karena warisan genetik suami dari Shinta Hidayat ini menuruni Oma-nya yakni mendiang Ibu Rakhmat Hidayat dan mendiang mamahnya, Desy Hidayat yang begitu tekun, telaten, dan sabar menularkan pengetahuan dan pengalaman meracik jamu kepada para pekerja dan warga di lingkungan industri rumahan jamu Sido Muncul mulai dari Yogyakarta hingga kampung Bugangan, Semarang sebagai cikal bakal Sido Muncul berkembang dan maju pesat hingga saat ini. 

“Seratus kali mendengar tidak sebanding dengan sekali melihat. Supaya orang percaya pada produk-produk Sido Muncul, ya kami buka pabrik untuk dikunjungi,” bebernya.

Menurut pandangan Irwan, Jawa Tengah memiliki ekosistem yang lengkap untuk mengembangkan wisata jamu. Selain pabrik Sido Muncul, terdapat sentra-sentra perajin jamu hingga Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu.