Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat menyerahkan biaya operasi gratis bagi 50 anak-anak sumbing bibir dan langit-langit senilai Rp325 Juta, diterima Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, didampingi Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas di RS Hermina Galaxy, Bekasi disaksikan orang tua penyintas, Kamis (2/7/2026). Bagi keluarga yang putra-putrinya mengalami sumbing bibir dan langit-langit bisa dibantu biaya operasinya, dengan menghubungi tim dari Smile Train dengan nomor kontak 08128664029
BEKASI – Untuk kesekian kalinya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk-produk unggulannya Kuku Bima dan Tolak Angin bekerjasama dengan Smile Train Indonesia kembali menggelar bakti sosial operasi sumbing bibir gratis dan langit-langit di Jabotabek dan Karawang yang dipusatkan di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi.
Kali ini, Kuku Bima dan Tolak Angin memberikan bantuan biaya untuk operasi gratis bagi 50 anak-anak mengalami sumbing bibir dan langit-langit senilai Rp325 Juta.
Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (HC.) Irwan Hidayat, kepada Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, didampingi Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP di Rumah Sakit Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026).
Irwan Hidayat mengatakan, program operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis untuk balita dan anak-anak yang mengalami kelainan bawaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kuku Bima dan Tolak Angin.
Irwan menyadari tidak mudah bagi orang tua atau keluarga dari anak penyandang sumbing bibir menghadapi cobaan seperti ini. Rasanya seperti kiamat, mereka menanggung beban berat karena merasa dikucilkan dari lingkungan mereka tinggal, ada perasaan minder dan masih ada anggapan keluarga penyintas bahwa sumbing bibir karena kutukan.
Padahal, kata Irwan, hal ini sama sekali tidak benar. Karena sumbing bibir dan langit-langit bisa disebabkan dari unsur genetik, asupan gizi yang minim kepada sang ibu dan bayi yang dikandungnya serta faktor-faktor eksternal, misal kondisi tinggal orang tua anak di daerah berisiko terpapar polutan kimia dan zat radioaktif atau faktor lainnya.
Tantangan yang tidak ringan pun adalah dari sisi biaya maupun kondisi psikologis karena penyintas rata-rata berkemampuan rendah.
“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan untuk makan, berbicara, dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Karena itu, Kuku Bima dan Tolak Angin, kembali memberikan bantuan operasi sumbing bibir gratis bagi 50 penderita di wilayah Bekasi dan sekitarnya,” ujar Irwan kepada wartawan di lokasi operasi RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026).
Menurut Irwan, sumbing bibir dan celah langit-langit bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan anak menyusu, tumbuh kembang anak, hingga kepercayaan diri apabila tidak ditangani sejak dini.
Faktanya di lapangan jamak dari keluarga Indonesia yang didapati tidak memiliki kecukupan uang untuk menutup biaya operasi yang cukup besar hingga harus menyiapkan belasan juta rupiah.
Keterbatasan biaya operasi ini yang masih menjadi hambatan utama sehingga penanganan kerap tertunda. Padahal, operasi pada usia yang tepat, yakni usia paling belia berperan penting dalam mendukung kualitas hidup anak.
Selain itu, akses terhadap layanan operasi yang aman dan terjangkau masih menjadi kebutuhan bagi banyak keluarga penyintas.
Untuk itu, kata Irwan, kerjasama yang sangat ciamik antara Sido Muncul dengan Smile Train Indonesia selama ini harus terus dirawat, ditingkatkan demi keberlanjutan program, khususnya terus mengupayakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang minim informasi.
“Kita di Sido Muncul malah pengin bantu banyak pasien sumbing bibir dan langit-langit yang mau dioperasi secara cuma-cuma dengan dikoordinasikan oleh Smile Train Indonesia oleh para dokter spesialis bedah mulut dan gigi di rumah sakit-rumah sakit yang telah bekerja sama,” ujar Irwan.
“Kepada keluarga yang putra-putrinya mengalami sumbing bibir dan langit-langit di seluruh wilayah Indonesia tidak perlu ragu dan khawatir untuk bisa kita bantu biaya operasinya, dengan menghubungi tim dari Smile Train dengan nomor kontak 08128664029 atau call center rumah sakit yang selama ini kita sudah berjalan,” imbuhnya.
Sulung dari 5 bersaudara generasi kedua Sido Muncul (Irwan Hidayat, J Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat , dan David Hidayat) ini menandaskan bahwa program operasi sumbing bibir gratis ini memberikan keyakinan hanya dengan cara operasi sumbing bibir dan langit-langit, semua yang selama ini menjadi beban untuk tidak bisa tersenyum, tidak bisa bicara secara normal dan kesulitan untuk makan atau minum akan bisa teratasi dengan baik.
Dibalik konsistensi program sosial tersebut, sejatinya Filantropi nasional ini dalam aksi sosial memiliki alasan yang sangat personal kenapa dirinya sangat antusias melaksanakan operasi sumbing bibir dan langit-langit.
Pengalaman menghadapi sakit berat saat masih berusia muda mengubah cara pandangnya tentang kehidupan dan menumbuhkan keyakinan bahwa perusahaan harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
“Perjalanan hidup saya akhirnya membawa keyakinan bahwa perusahaan ini harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan uluran bantuan kita. Mulai dari operasi sumbing dan langit-langit, buta katarak, stunting dan lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, menjelaskan penanganan sumbing bibir ini dilakukan secara bertahap sesuai usia, berat badan, dan kondisi kesehatan pasien.
Deasy merekomendasikan bayi berusia tiga bulan dengan berat badan minimal lima 7 sudah dapat menjalani operasi sumbing bibir setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan tahapan sesuai prosedur operasi besar.
“Kalau anak juga memiliki celah langit-langit, maka operasi berikutnya dilakukan saat usia sekitar 12 bulan dengan berat badan minimal 10 kilogram. Jadi memang ada tahapan berdasarkan usia dan berat badan,” tutur Deasy.

Country Manager and Program Director Smile Train Deasy Larasati dan dr. Joni Putra, Sp.BMM yang memimpin operasi sumbing bibir dan langit-langit di RS Galaxy Bekasi siap membantu orang tua penyintas untuk tidak ragu, takut dan khawatir untuk disembuhkan kondisi anak via tindakan operasi cuma-cuma (foto ist)
Ia mengatakan pasien yang mengalami sumbing bibir sekaligus celah langit-langit umumnya membutuhkan sedikitnya dua kali tindakan operasi.
“Bibir dioperasi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan operasi langit-langit sesuai usia anak,” terangnya.
Deasy mengatakan Smile Train Indonesia terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menghapus stigma yang masih melekat terhadap penyandang sumbing bibir. Sebab, hingga kini penyebab sumbing bibir belum dapat dipastikan berasal dari satu faktor tertentu.
“Sumbing bibir merupakan salah satu kelainan bawaan lahir yang dapat diperbaiki melalui operasi. Penyebabnya sampai sekarang belum dapat dipastikan secara tunggal. Kondisi ini bersifat multifaktor, bisa dipengaruhi faktor keturunan, kondisi kehamilan, penggunaan obat-obatan tertentu pada trimester pertama, maupun faktor lingkungan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RSU Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP, memastikan rumah sakit siap mendukung pelaksanaan operasi sumbing bibir, baik dari sisi tenaga medis maupun fasilitas.
“Rumah Sakit Hermina Galaxy siap dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas. Kami memiliki dokter bedah plastik, dokter bedah mulut, dan fasilitas yang sangat lengkap untuk mendukung operasi seperti ini berjalan cepat dan lancar,” ungkapnya.
Dokter Hardimas mengapresiasi konsistensi Sido Muncul dan Smile Train yang terus mendukung terselenggaranya operasi gratis bagi masyarakat.
“Silakan datang ke RS Hermina Galaxy. Kami akan membantu mulai dari proses pemeriksaan awal hingga pasien siap menjalani operasi serta paska operasi hingga terapi wicara,” ujarnya.
Dokter Joni Putra Sp.BMM yang memimpin operasi sumbing bibir dan langit-langit dari RS Galaxy Bekasi meyakinkan kepada penyintas dan keluarga pasien agar tidak terlalu khawatir yang tergolong operasi besar ini.
Dokter Joni memastikan operasi dilakukan sangat cepat dan tidak ada efek samping dari tindakan tersebut dan paska operasi masih harus kontrol dilanjutkan dengan terapi bicara.
Prinsipnya sumbing bibir langit-langit, kata dr Joni, dapat disembuhkan dengan operasi sehingga senyum akan kembali merekah di setiap anak-anak penyintas dan siap menyongsong masa depan yang lebih cerah lagi.
