Keterangan foto: Jacopo Rigamonti, Chief Executive Officer PT Centratama Telekomunikasi Indonesia, Tbk (foto ist)

 

JAKARTA – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“Centratama”), anak usaha EdgePoint Infrastructure (“EdgePoint”), hari ini mengumumkan peralihan penting dalam jajaran pimpinan senior, efektif 1 Juli. 

Jacopo Rigamonti menjabat sebagai Chief Executive Officer dan Kania Mustikasari ditunjuk sebagai Director dan Chief People & Corporate Affairs Officer. 

Setelah pengunduran diri mereka pada April lalu, CEO saat ini Raymond Yan dan Chief Operations Officer Jim Burns akan mengakhiri masa jabatan pada 30 Juni 2026, sebelum beralih ke fungsi penasihat untuk sementara waktu guna mendukung kelancaran proses transisi. 

Transisi ini mencerminkan fokus berkelanjutan perusahaan pada kesinambungan kepemimpinan dan penciptaan nilai jangka panjang di sektor infrastruktur digital Indonesia. 

Dalam peran barunya, Jacopo akan memimpin keseluruhan bisnis Centratama dengan fokus pada penciptaan nilai dan pertumbuhan, memperkuat kemitraan dengan pelanggan, mendorong inovasi infrastruktur, serta melanjutkan ekspansi perusahaan di seluruh Indonesia. 

Sementara itu, Kania Mustikasari akan terus mendorong pengembangan organisasi dan memperkuat posisi serta reputasi perusahaan. 

Jacopo mengatakan, “Saya merasa terhormat bisa mengemban tanggung jawab baru ini dalam perjalanan Centratama saat ini. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah membangun momentum yang kuat di seluruh lini bisnis, dan saya berharap dapat melanjutkan kemajuan tersebut bersama tim. Kami tetap berkomitmen menghadirkan solusi infrastruktur digital berkualitas tinggi yang mendukung ambisi konektivitas Indonesia. Pada saat yang sama, kami akan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, mitra, karyawan, pemegang saham, dan masyarakat.”

Chief Executive Officer EdgePoint Infrastructure, Suresh Sidhu, mengatakan, lanskap telekomunikasi Indonesia terus berkembang pesat, didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan konektivitas tanpa hambatan, fiberisasi, adopsi 5G, serta ekspansi infrastruktur digital. 

“Seiring Centratama memasuki fase pertumbuhan berikutnya, kami yakin kepemimpinan Jacopo, visi komersialnya, dan pemahamannya yang mendalam terhadap industri akan menempatkan perusahaan pada posisi yang kuat untuk terus berkembang seiring berbagai peluang ini dan menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada Raymond dan Jim atas kepemimpinan serta kontribusi mereka selama bertahun-tahun. Di bawah kepemimpinan mereka, Centratama berhasil memperluas portofolionya dari sekitar 4.600 site menjadi lebih dari 11.000 site di seluruh Indonesia, menggandakan jaringan fiber hingga 5.000 km, serta memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ambisi digital Indonesia yang terus berkembang dan ekosistem 5G,” imbuh Suresh Sidhu.

Selain memperkuat cakupan layanan secara nasional, berbagai pencapaian di bawah kepemimpinan Raymond dan Jim juga mencakup keberhasilan mencatatkan margin EBITDA terdepan di industri, implementasi solusi 5G In-Building Coverage di kawasan komersial dengan kepadatan tinggi di Jakarta Utara, serta pengembangan bisnis Fixed Wireless Access dan non-MNO.

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk juga mengumumkan penunjukan Dato’ Charon Wardini bin Mokhzani sebagai Komisaris Independen dalam jajaran Dewan Komisaris, yang semakin memperkuat tata kelola dan pengawasan strategis perusahaan. 

Penunjukan Dato’ Charon akan berlaku efektif mulai 30 Juni 2026. Saat ini, beliau menjabat sebagai Chairman Takaful Malaysia Keluarga Berhad Group dan Chairman EXIM Bank Malaysia. 

Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Group Managing Director MIDF, Founding Managing Director Khazanah Research Institute, serta menduduki berbagai posisi kepemimpinan senior di CIMB Group, termasuk sebagai CEO CIMB Investment Bank Berhad. 

Pengalaman beliau yang luas di bidang layanan keuangan, manajemen investasi, strategi, tata kelola, serta kepemimpinan bisnis regional akan menjadi kontribusi yang sangat berarti dalam memandu arah perusahaan ke depan. 

Seluruh penunjukan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada 26 Mei 2026.

EdgePoint Infrastructure saat ini memiliki 16.000 site di seluruh portofolionya yang tersebar di Malaysia, Indonesia, dan Filipina.