Program HiPo Batch II diikuti oleh 30 peserta terpilih dari berbagai unit kerja, termasuk Operasi, Perencanaan dan Pengendalian, HSSE, serta spesialisasi penanganan muatan. (foto PTP Nonpetikemas)
JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas menggelar program High Potential Emlployee (HiPO) yang telah dijalankan sejak 2023.
Program HiPO merupakan inisiatif strategis perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas karyawan dalam mendukung layanan kepelabuhanan nonpetikemas yang andal dan berdaya saing.
Program ini berfokus pada tiga bidang utama, yakni General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair, yang menjadi tulang punggung operasional layanan kepelabuhan non petikemas.
Program HiPO ini mencakup penguatan kompetensi teknis dan manajerial melalui pendekatan experiential learning, pendampingan oleh mentor, serta implementasi langsung di lapangan, dengan tujuan mencetak SDM unggul yang siap menghadapi kompleksitas operasional di sektor multipurpose.
Dalam sambutannya, Basuki Soleh yang mewakili Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa perjalanan peserta HiPO merupakan proses yang tidak mudah.
“Ini merupakan perjalanan yang tidak mudah, para peserta telah teruji. Selanjutnya, pembelajaran selama sembilan bulan diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh lini Pelindo Group, dengan mengedepankan budaya kerja anti-fragility dan keselamatan,” ujarnya.
Direktur PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, turut menyoroti pentingnya integritas dan sinergi di tengah ketidakpastian global.
“Persaingan usaha di tengah ketidakpastian global menuntut integritas dan sinergi yang kuat. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan holding dan subholding, serta menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berkelanjutan,” ungkapnya.
