Resti Mahlinia (kiri) salah satu keluarga Pensiunan PNS DKI Jakarta. (foto kanan) Mushola Babussalam di Jalan PAM Baru Raya, Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, yang dibongkar sejumlah orang pada Jumat (19/6/2026). Pembongkaran tersebut tersebut membuat warga sedih.
JAKARTA – Sedih bercampur kesal. Itulah perasaan yang berkecamuk di dada Resti Mahlinia, saat mengetahui ada orang yang naik ke genteng Mushola Babussalam, di Jalan PAM Baru Raya RT 015/06 Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026).
“Saya sedih bercampur kesal, saat di grup Wa dikirimin foto ada orang bawa alat seperti bor naik ke atap Mushola Babussalam. Saya khawatir Mushola Babussalam dibongkar. Karena itu saya coba hubungi tetangga saya yang masih tinggal di sana,” ujar Resti.
“Mushola Babussalam dibangun atas swadaya warga. Kami gotong royong. Saya masih kecil saat mushola itu dibangun oleh para orang tua kami,” imbuhnya.
Resti adalah pengurus Mushola Babussalam dan menjabat sebagai bendahara. Ia bersama puluhan KK di Jalan PAM Baru Raya nomor 1A-15A RT 015/06 Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, merupakan korban gusuran.
“Belum lama digusur masih sedikit sedih. Sekarang jadi sedih lagi bercampur kesal,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada (6/5) Rumah Dinas nomor 1A-15A (termasuk enam rumah yang dibangun sendiri oleh mantan PNS Pemprov DKI Jakarta) di Jalan PAM Baru Raya RT 015/06 Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, digusur oleh jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.
“Mushola Babussalam satu-satunya bangunan yang tidak digusur oleh Pemkot Administrasi Jakarta Pusat. Namun sayang setelah gusuran warga tidak bisa masuk kesana. Sebab akses masuk sudah ditutup seng,” jelas Resti.

“Warga yang tinggal di Jalan PAM Baru Raya nomor 1A-15A bayar PBB, masing-masing atas nama orang tuanya sendiri. Masing-masing punya NOP (Nomor Objek Pajak) PBB nya. Begitu juga Mushola Babussalam juga punya NOP PBB nya,” pungkasnya.
