Moses Yigibalom, salah satu petani Kopi Tiom di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan sedang memanen ceri kopi dari pohon di kebunnya. (foto PLN)

 

LANNY JAYA – Aroma khas kopi meruak di atas dataran tinggi Bumi Cenderawasih, memantik senyum merekah para petani dari Distrik Tiom, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Kopi Tiom yang kini namanya semakin harum di pasar kopi nasional, telah berhasil menjadi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi baru masyarakat wilayah pegunungan tersebut.

Melalui program pemberdayaan PT PLN (Persero), produktivitas dan kualitas Kopi Tiom meningkat signifikan. PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) secara konsisten mendampingi kelompok tani, mulai dari perbaikan proses budidaya hingga pascapanen.

Pegawai PT PLN (Persero) bersama para petani lokal memamerkan hasil panen ceri merah Kopi Tiom di dalam fasilitas dome (kubah) penjemuran di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. (foto PLN)

Salah satu terobosan kunci adalah pembangunan dome pengering biji kopi yang mampu memastikan kualitas tetap terjaga tanpa bergantung pada cuaca.

Hasilnya, waktu pengeringan yang sebelumnya memakan hingga satu bulan kini dapat dipangkas menjadi hanya 14 hari. Risiko gagal panen menurun drastis, sementara nilai jual kopi meningkat berkat kualitas yang lebih terstandardisasi.

Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom berterima kasih atas peran PLN yang telah mendampingi petani kopi di Kabupaten Lanny Jaya. Dirinya bersyukur upaya yang dilakukan mulai berbuah manis. Kopi Tiom telah bertransformasi menjadi salah satu komoditas penting dari kabupaten tersebut.

“Dulu kami cemas setiap kali hujan datang. Kopi bisa rusak, bahkan tidak laku. Sekarang, dengan pendampingan dan dome dari PLN, kami merasa aman. Kualitas kopi terjaga, harga naik, dan penghasilan kami bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” ujar Moses.

Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo turut mengapresiasi kontribusi yang dilakukan oleh PLN. Selain program pendampingan, menurut John intervensi PLN tidak hanya menjawab tantangan teknis, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan komoditas unggulan daerah.

“Kopi Tiom adalah identitas dan harta karun dari Papua Pegunungan. Selama ini tantangan terbesar kami adalah pada proses pascapanen karena cuaca yang ekstrem. Dukungan PLN melalui teknologi penjemuran dan pendampingan ini adalah langkah strategis dalam memajukan komoditas unggulan daerah,” ujarnya.

“Kami mengapresiasi PLN yang telah menjadi mitra pembangunan yang sangat memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan, sesuai dengan visi misi kami dalam kesejahteraan masyarakat petani dengan meningkatkan penghasilan,” ungkap John.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa mandat PLN kini melampaui dari sekadar menerangi rumah-rumah warga. 

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PLN berkomitmen hadir sebagai enabler atau pemacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Keberhasilan program ini turut mengantarkan PLN UIW PPB meraih penghargaan Platinum Alignment pada Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026. 

Program ini dinilai mampu mengubah pendekatan bantuan menjadi investasi sosial yang terukur dan berdampak langsung.