foto ist
Chicago – Produk perabotan rumah tangga Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 11,07 juta atau sekitar Rp182,74 miliar pada pameran The Inspired Home Show (IHS) 2026 pada 10–12 Maret 2026 di McCormick Place, Chicago, Amerika Serikat (AS).
Selama tiga hari pelaksanaan pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan lebih dari 100 buyer potensial. Paviliun Indonesia berhasil menarik buyer dari AS sekaligus dari berbagai negara lain, seperti Tiongkok, Hong Kong, India, Jepang, Mauritius, Selandia Baru, Spanyol, dan Brasil.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chicago Dhonny Yudho Kusuma mengatakan, keterlibatan Indonesia pada IHS membuka kesempatan besar bagi produk Indonesia, khususnya produk perabotan rumah tangga Indonesia di pasar AS.
“Partisipasi Indonesia dalam IHS 2026 membuka kesempatan besar bagi produk perabotan rumah tangga Indonesia untuk lebih dikenal di pasar AS. Dengan potensi transaksi yang mencapai USD 11,07 juta, kami optimistis pelaku usaha Indonesia memiliki peluang untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan ekspor ke pasar AS,” ujar Dhonny.
Hadirnya produk-produk Indonesia pada IHS 2026 merupakan hasil kolaborasi antara ITPC Chicago dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Chicago. Tampilnya produk-produk Indonesia menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap perluasan produk Indonesia di pasar AS.
Menurut Konsul Jenderal RI di Chicago Trisari Dyah Paramita, keikutsertaan Indonesia pada IHS 2026 mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan hubungan bilateral di bidang ekonomi serta peningkatan penetrasi produk Indonesia di pasar AS.
“Kami optimistis produk-produk peralatan rumah tangga (houseware) dan dekorasi rumah Indonesia mampu bersaing di pasar global melalui keunggulan desain, kualitas, dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan,” ujar Trisari.
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan enam perusahaan, yakni Aksata Rattan dengan produk kerajinan rotan; Canela Home Decorative dengan produk dekorasi rumah (home decor) berbahan kayu, logam, rotan, dan tanah liat.
PT CMN Internasional Indonesia dengan produk rumah tangga berbahan plastik; PT Inspira Furnexindo dengan produk peralatan makan berbahan kayu; Tanteri Bali dengan produk kerajinan periuk (stoneware); serta Tourd’Horizon dengan produk kerajinan replika.
Indonesia berhasil meraih catatan potensi transaksi sebesar Rp182,74 miliar pada IHS 2026, naik dibandingkan keikutsertaan sebelumnya pada 2024 yang sebesar Rp133,19 miliar.
Sejumlah produk yang paling diminati, yakni peralatan makan dari kayu, produk dekorasi, dan produk rotan. Naiknya catatan potensi transaksi menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perabotan Indonesia.
