Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menjadi pembicara utama dalam acara “Kelas Jurnalis HAM” di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026). foto indopostrust.id

 

BANDUNG – Sebanyak 60 jurnalis dari berbagai media (TV, cetak dan online) mengikuti Kelas Jurnalis HAM, pada 20-22 Mei 2026 di Bandung, Jawa Barat. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia dibuka langsung oleh Menteri HAM Natalius Pigai.

“Pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan hak asasi manusia. sekaligus pilar demokrasi yang harus dijaga independensi, kebebasan, dan keberlangsungannya di tengah tekanan industri media serta perkembangan teknologi informasi,” ujarnya dalam acara kelas jurnalis HAM, Rabu (20/5/2026).

Pigai mengatakan Kementerian HAM mulai memperkuat kemitraan dengan media melalui dialog bersama pimpinan media nasional dan pelatihan jurnalisme berbasis HAM untuk memperkuat partisipasi publik dalam perlindungan hak asasi manusia.

“Pemerintah bersama para jurnalis pers adalah pilar penting yang telah berkontribusi nyata dalam membangun peradaban, yaitu partisipasi publik sebagai human rights defenders (pembela hak asasi manusia) yang juga sebagai pilar demokrasi,” kata Pigai.

Dia menegaskan bahwa hubungan pemerintah dan media harus dibangun tanpa intervensi agar integritas masing-masing tetap terjaga.

Pigai juga menyoroti tantangan yang dihadapi jurnalis di tengah perkembangan teknologi digital dan industri media yang semakin kompetitif. Menurut dia, jurnalis termasuk kelompok rentan yang kerap menghadapi tekanan dari berbagai kepentingan.

“Jurnalis adalah kelompok vulnerable groups untuk mendapat berbagai tekanan, apakah penetrasi dari industri media itu sendiri, ataukah penetrasi dari lembaga-lembaga lain yang memiliki kepentingan,” katanya.

Karena itu dia menilai pemerintah perlu hadir untuk memastikan perlindungan terhadap kebebasan pers, keselamatan pekerja media, dan keberlanjutan ekosistem pers yang sehat.

“Pers tidak boleh mati. Pers harus jadi besar. Tanpa pers, dunia ini gelap. Pers itu menerangi dunia, menerangi negara, menerangi bangsa,” ujar Pigai

Pigai menilai dunia ini akan menjadi gelap jika tanpa adanya insan pers atau jurnalis. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga demokrasi dan mengawal hak asasi manusia.

Sementara itu, pada hari pertama Kelas Jurnalis HAM, puluhan wartawan juga mendapatkan pengetahuan terkait HAM dari para narasumber. 

Seperti dari Prof. Hafid Abbas yang pernah menjabat sebagai Ketua Komnas HAM pada 2012-2017. Ia menjelaskan tentang “Desa Sadar HAM dan Peradaban HAM di Indonesia, HAM untuk semua dan semua untuk HAM”.

 

Kemudian Prof. Makarim Wibisono yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-61 pada tahun 2005. Diplomat senior itu menyampaikan tema “Pengarusutamaan HAM di Indonesia dan dunia Internasional” kepada para jurnalis.

 

Pembicara lainnya yakni Wenseslaus Manggut yang menyampaikan tentang 

Teknik Wawancara dan Penulisan Berita 

Isu Hak Asasi Manusia

Sementara itu, Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jakarta Heryanto mengapresiasi kelas jurnalis HAM yang digelar Kementerian HAM. Ia akan menyampaikan hasil kelas tersebut kepada pengurus dan anggota AMKI Jakarta.

“AMKI Jakarta semakin bersemangat untuk menyuarakan tentang HAM setelah mengikuti Kelas Jurnalis HAM. Banyak pelajaran dan pengetahuan yang kami dapat setelah kami mengikuti Kelas Jurnalis HAM,” ujar Heryanto.