foto ASDP
Gilimanuk – Di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan dan penumpang di lintas Ketapang–Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kapasitas layanan penyeberangan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoperasikan kembali kapal berkapasitas besar KMP Portlink VII guna membantu mengurai kepadatan arus kendaraan di Selat Bali.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, pengoperasian kapal ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi armada untuk menjaga kelancaran layanan di salah satu lintas penyeberangan tersibuk di Indonesia.
Kapal berkapasitas besar dinilai mampu mempercepat proses pemuatan kendaraan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut dalam satu perjalanan.
“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy, Sabtu (14/3/2026).
KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan, serta mampu membawa kombinasi kendaraan sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan.
Sebelum kembali beroperasi, kapal ini telah melalui proses perbaikan dan pengecatan ulang menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya.
Setelah proses tersebut rampung, kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi aspek keselamatan pelayaran.
Dari hasil pengujian tersebut, KMP Portlink VII dinyatakan layak dan siap beroperasi untuk melayani pengguna jasa. Kapal ini dijadwalkan mulai melayani penyeberangan pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Trafik Meningkat Jelang Nyepi
Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan ini dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal, sekaligus aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional sebelum penutupan sementara penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.
GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa peningkatan kendaraan logistik dipengaruhi oleh aktivitas distribusi barang yang berupaya menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran.
Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat perayaan Nyepi.
