foto KAI 

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan batu bara sebesar 4.025.975 ton sepanjang Januari 2026. 

Capaian ini menegaskan peran strategis kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi energi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di berbagai wilayah.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa fluktuasi harga batu bara global menjadi tantangan sekaligus momentum untuk memperkuat ketahanan sistem logistik nasional. 

“KAI merespons kondisi tersebut melalui penguatan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi kapasitas layanan agar distribusi energi tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, KAI melayani angkutan batu bara antara lain melalui lima terminal utama, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. 

Anne menambahkan bahwa batu bara yang diangkut KAI sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali.