Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik yang dimotori Anggota Komisi IX DPR RI Dr Edy Wuryanto ke Pabrik Sido Muncul di Semarang, yang disambut oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat secara virtual dari Kantor Sido Muncul di Jakarta

 

JAKARTA –  Komisi IX DPR RI berharap PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menjadi garda terdepan produksi obat berbasis herbal. Serta menjadikan obat alam Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Dr Edy Wuryanto, S.KP. MKep sebagai Anggota Tim Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI terkait pengawasan bidang Ketenagakerjaan di Kabupaten Semarang saat kunjungan kerja ke Pabrik Sido Muncul di Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat, (12/9/2025).

Edy Wuryanto mengatakan kunjungan kerja spesifik ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat, industri jamu terbesar dan termodern, dalam hal ini adalah Sido Muncul dan para pekerja yang menopang roda produksi yang dipandang memiliki kebermanfaatan bagi lingkungan kerja dan masyarakat sekitarnya. 

“Kunjungan kami dari Komisi IX DPR RI juga ingin memastikan hak-hak pekerja dan karyawan Sido Muncul apa sudah dipenuhi perusahaan yang diamanahkan dalam UU Ketenagakerjaan beserta turunannya yakni peraturan perundang-undangan,” ujarnya 

“Tugas kami di parlemen selain membuat Undang-Undang, melakukan politik anggaran juga melakukan pengawasan terhadap regulasi yang kita buat bersama eksekutif,” imbuh Edy. 

Dalam kunker spesifik, Anggota Komisi XI lainnya yang turut hadir antara lain Dr. Sihar P.H. Sitorus, BSBA., M.B.A. (Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Sumut II), Eko Kurnia Ningsih (Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Bengkulu), Ade Rezki Pratama, S.E., M.M. (Fraksi Gerindra, Dapil Sumbar II) Dr. Arzeti Bilbina Setyawan, S.E., M.A.P. (Fraksi PKB, Dapil Jatim I, dan Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si. (Fraksi PKS, Dapil Jateng I). 

Kunjungan ini dalam rangka meninjau proses produksi hingga pengawasan ketenagakerjaan di pabrik Sido Muncul.

Para Anggota Komisi IX DPR tersebut mengapresiasi penanganan ketenagakerjaan di lingkungan pabrik Sido Muncul yang sudah sangat baik dijalankan sesuai regulasi yang ada. 

Dr Edy Wuryanto menekankan pentingnya memastikan penanganan ketenagakerjaan di Sido Muncul tetap on the right track. 

“Sido Muncul sudah sangat bagus. Tapi kami ingin memastikan soal upah, struktur skala upah, jaminan sosial kesehatan, dan ketenagakerjaan. Karena saya meyakini, besar, dan majunya sebuah perusahaan sangat ditentukan kesejahteraan pekerjanya,” ujarnya. 

Edy Wuryanto secara khusus mengapresiasi kiprah Sido Muncul yang tidak hanya menghadirkan produk legendaris seperti Tolak Angin. Akan tetapi juga konsisten mengembangkan jamu berbasis riset dari bahan obat alam Indonesia yang diyakini akan banyak berkontribusi besar bagi penurunan biaya kesehatan masyarakat, ketimbang Republik selalu bergantung kepada bahan obat impor. 

“Dari sisi produksi saja, jujur saya kagum. Dalam sehari saja produksi Tolak Angin bisa rata-rata 4 juta sachet. Luar biasa ini. Bahkan sejak 2014, saya sudah melihat produk ini beredar tidak hanya modern market tetapi di toko-toko kecil di Filipina pun banyak dijual Tolak Angin yang menurut mereka juga berkhasiat,” ungkap Edy. 

Politisi PDI Perjuangan ini kembali menegaskan saat ini pemerintah tengah mendorong pengembangan obat herbal agar dapat bersanding dengan obat kimia.

“Kita di Komisi IX sedang menekankan kepada pemerintah untuk menjadikan obat-obat tradisional termasuk juga fitofarmaka itu bersanding dengan obat-obat kimia. Sehingga diharapkan mulai dari puskesmas, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga rumah sakit bisa menjadikan produk-produk jamu yang masuk kategori fitofarmaka salah satu terapi alternatif di Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, Doktor Ilmu Kedokteran UGM Yogyakarta ini berharap jamu yang masuk kategori fitofarmaka dapat menjadi bagian dari terapi alternatif di fasilitas kesehatan Indonesia.

Oleh karena itu, kata Edy, legislatif juga membutuhkan dukungan dari perusahaan-perusahaan jamu seperti Sido Muncul agar mulai masuk ke wilayah itu. Dengan begitu, terapi khas Indonesia bisa menurunkan pembiayaan kesehatan yang selama ini dianggap mahal.  

“Saya sangat senang, kami dari Komisi IX DPR bisa melihat langsung proses produksi dan fasilitas modern yang terstandarisasi di Sido Muncul,” imbuh Edy.

Lebih lanjut dia mengatakan, Herbal dan Fitofarmaka sekarang ini menjadi concern Kementerian Kesehatan dan Komisi IX. Pihaknya sedang mensupport untuk kebutuhan terapi herbal, berbagai jenis yang ada di Indonesia, dan tentu lebih fokus lagi mulai masuk ke fitofarmaka (obat tradisional Indonesia). 

Alumni Akper Muhammadiyah Semarang ini juga menyoroti peluang yang dimiliki Indonesia dalam mengembangkan medical tourism atau wisata kesehatan berbasis herbal. Menurutnya, konsep ini relevan jika dikembangkan oleh pelaku industri jamu seperti Sido Muncul.

“Saya banyak melihat di luar negeri rumah sakit sudah mulai bergeser pada terapi lingkungan. Medical tourism itu justru rumah sakitnya berada di daerah-daerah pelosok dengan lingkungan yang sangat nyaman, tenang, dan membahagiakan,” ungkapnya. 

“Nah kalau Pak Irwan bisa mengkolaborasi antara jamu tradisional dengan hospital yang berbasis lingkungan maka dapat menggunakan konsep medical tourism terapi lingkungan. Pasti nanti akan menjadikan Kabupaten Semarang sebagai basis dibidang medical tourism,” imbuh Edy 

Sementara itu, Pada kesempatan yang sama, Irwan pun tak lupa mengapresiasi kunjungan Parlemen, khususnya Komisi DPR RI yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan ke pabrik Sido Muncul. 

Dia juga memaparkan tentang kondisi industri jamu nasional yang menurutnya memiliki potensi besar.

“Saya dan seluruh karyawan merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada bapak dan ibu, wakil rakyat kita, bisa berkesempatan mengunjungi pabrik kami. Perlu saya sampaikan, bahwa pabrik jamu yang ada di Indonesia ini jumlahnya sekitar 1.600. Kalau dibandingkan dengan pabrik farmasi, pabrik jamu ini delapan kali lebih banyak. Sayangnya market size-nya hanya seperlima belas dari market size industri farmasi,” urai Irwan di Kantor Sido Muncul Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Irwan menekankan keberadaan obat-obat berbahan kimia itu sejatinya bukan akan digantikan oleh obat herbal Namun bisa hidup berdampingan dan saling mendampingi.  

“Jadi obat herbal yang kami produksi adalah sebagai pendamping, supporting, dan pendukung,” tegas Irwan.

Irwan membeberkan tenaga kerja yang bekerja di pabrik Sido Muncul terdapat sekitar 3.000 orang. Sedangkan secara keseluruhan, termasuk institusi dan anak usaha lainnya, jumlah karyawan mencapai sekitar 5.000 orang.

Irwan pun menegaskan komitmen Sido Muncul dalam mengutamakan kesejahteraan karyawan. 

“Karyawan adalah pemangku kepentingan (stakeholder) utama dalam perusahaan, bahkan lebih diutamakan dibandingkan konsumen,” tegasnya. 

“Target kami ini sejatinya adalah kebahagiaan, artinya membahagiakan karyawan Karena saya menganggap stakeholder kami yang pertama adalah karyawan, bukan konsumen. Kalau karyawannya bahagia menurut saya itu produktivitas perusahaan pasti tercapai. Begitu logika kami berfikir,” imbuh Irwan Hidayat.

Sulung dari 5 bersaudara generasi kedua Sido Muncul yakni Irwan Hidayat, J Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat, dan David Hidayat ini menyatakan bahwa sejak awal perusahaannya berkomitmen mengelola jamu berbasis riset.

Pengusaha jamu yang juga dikenal sebagai influencer ini juga menegaskan tentang pengembangan tanaman herbal atau jamu. 

Dalam rangka mendukung pengembangan jamu, seluruh produk Sido Muncul telah melewati uji klinis berupa uji toksisitas dan uji khasiat.

“Produk kami itu dilakukan uji klinis, fase 1 itu uji toksisitas dan fase 2 uji khasiat. Dan saya berusaha untuk memperkenalkan Sido Muncul kepada para dokter melalui seminar 53 kali di fakultas-fakultas kedokteran,” jelas Irwan.

Selain itu, Irwan juga membuat ringkasan tentang riset-riset literatur yang diberikan ke dokter-dokter supaya para dokter bisa belajar bahwa riset-riset obat-obat herbal itu sudah ada sehingga memudahkan mereka mendapatkan referensi tanaman obat herbal. 

“Dokter itu kan tugasnya mendiagnosa penyakit. Jadi nanti kalau mereka tahu ada obat farmasi dan jamu, bisa mengkombinasikan keduanya,” terangnya. 

Menurut Irwan, para dokter itu tentu memberikan resep kepada pasien dengan obat yang telah terstandarisasi. 

“Berdasarkan pengalaman kami membuat jamu, maka supaya masyarakat percaya, termasuk dokter yang akan membuat resep, maka produksi Sido Muncul harus memenuhi standarisasi, dari urutan batch 1 hingga batch berikutnya harus dipenuhi sesuai regulasi, bahkan kalau bisa melampaui regulasi itu sendiri,” bebernya. 

 

Siap Diundang DPR RI

Irwan Hidayat berharap pihaknya dapat berdiskusi langsung dengan para anggota parlemen, khususnya Komisi DPR RI yang terkait dengan kesehatan yang concern kepada pengembangan produk jamu sebagai obat herbal. Dengan begitu, berbagai sumber daya alam di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau diberi kesempatan, saya ingin menjelaskan bagaimana kami mengelola jamu sehingga kami bisa tetap eksis, serta tentang peta bahan-bahan alami yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan rakyat. Kita berharap Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam ini dapat dioptimalkan pemanfaatannya,” ujarnya.

Irwan berharap pihak Parlemen dapat mendorong dukungan anggaran untuk riset bahan baku obat kepada pemerintah. 

“Mungkin anggota dewan bisa mengusulkan pada pemerintah untuk membiayai riset ilmiah tentang bahan baku yang boleh dipakai,” ungkapnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi IX DPR RI/ Fraksi PKS, Dr. H. Muh. Haris menyambut baik keinginan Irwan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Parlemen. 

Wakil Rakyat Dapil Jateng I yang pernah menjabat sebagai Walikota Salatiga, berharap kedepan Sido Muncul menjadi perusahaan yang semakin maju dan berkembang pesat serta menjadi penggerak utama industri obat herbal menjadi tuan di rumahnya sendiri. 

“Kalau nanti Pak Irwan menghendaki ke Komisi IX, tentu kita sangat senang sekali karena dengan demikian bisa bertukar pengalaman, memberikan masukan-masukan, sharing-sharing dengan kami. Doa kami semoga Sido Muncul makin maju dan semakin berkembang,” pungkasnya