Graduation Laskar AI. Sebanyak 412 Lulusan Laskar AI berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya berasal dari kota besar saja, namun juga dari kota menengah dan kecil. (foto indopostrust)
JAKARTA – Lintasarta, sebagai AI Factory dibawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) berhasil membantu mengurangi kesenjangan talenta digital. Khususnya talenta digital di bidang Kecerdasan Artifisial (AI).
Yakni dengan momen kelulusan atau wisuda 412 orang Laskar AI pada Kamis (14/8/2025) di Menara Arcadia, Jakarta. Para lulusan tersebut tersebar dari berbagai daerah. Tidak hanya dari kota besar saja, namun juga kota menengah dan kecil.
“Pesertanya tidak hanya didominasi dari Pulau Jawa. tetapi juga dari luar provinsi di Jawa. Mereka datang dari beberapa perguruan tinggi, dimana 28 perguruan tinggi di luar Jawa turut mendaftar. Kami berharap ini juga nanti ada dukungan dari Perguruan Tinggi untuk mengirimkan wakil-wakilnya atau meng-endorse wakil-wakilnya di program Laskar AI yang kedua,” ujar Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta di acara Graduation Laskar AI, Kamis (14/8/2025).
“Ini pencapaian luar biasa, 64 persen lulusannya berasal dari luar kota besar. Atau dari kota menengah dan kecil. Bahwa kita ingin agar program kita ini sesuai dengan sustainable development goals,” imbuhnya.
Tidak hanya mendukung pemerataan talenta digital, Program Laskar AI juga mendukung Kesetaraan Gender (Gender Equality). Dengan 28% lulusan perempuan di bidang teknologi.
“Dari 412 peserta Program Laskar AI yang lulus, sebanyak 28 persen adalah wanita,” jelas Gidion.
Program ini menunjukkan capaian keterwakilan yang jauh melampaui rata-rata nasional partisipasi perempuan di seluruh bidang STEM, yang hanya sebesar 12 persen.
Seperti diketahui, program Laskar AI mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dengan jumlah pendaftar sebanyak 13.588 pendaftar.
Sedangkan yang berhasil lolos untuk mengikuti program Laskar AI sebanyak 547 orang (mahasiswa dan fresh graduate terpilih) dari 197 kampus dan 110 (profesional dan dosen terpilih) dari 70 institusi di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 412 peserta atau sebanyak 82 persen dinyatakan lulus. Sebanyak 28 persennya adalah wanita. Menariknya 21 persen yang lulus bidangnya non IT. Sebanyak 64 persen peserta yang lulus berasal dari kota kecil dan menengah.
Narenda Wicaksono, Founder dan CEO Dicoding, mengatakan bersama Lintasarta, pihaknya merancang kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri dan didukung infrastruktur mutakhir, seperti GPU Merdeka.
“Kolaborasi ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi talenta siap pakai yang mampu mendorong inovasi di berbagai sektor,” ujarnya.
Boni Pudjianto, PhD, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI mengatakan pihaknya mengapresiasi Program Laskar AI.
“Saya sangat mengapresiasi, ini adalah komitmen sektor industri, Lintasarta dalam rangka akselerasi pengembangan talenta digital Indonesia. Hingga kehadiran program ini akan memperkuat kemandirian dan kedaulatan digital nasional,” ujarnya.
Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta mengatakan, Laskar AI bukan sekedar pelatihan, tetapi sebuah gerakan untuk membangun Indonesia yang berdaulat dibidang AI.
“Inklusif bagi seluruh peserta dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. (dai)
