Fasilitas PKE yang disalurkan melalui LPEI dan BCA dengan skema blended financing yang difokuskan untuk pembangunan proyek new development adalah sebesar Rp300 miliar. (foto ASDP)
Labuan Bajo – PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO), anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), mendapatkan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (National Interest Account / NIA).
Fasilitas pembiayaan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan Marina Terpadu Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional.
Kunjungan resmi Kementerian Keuangan bersama jajaran LPEI ke Hotel Meruorah pada 9–12 Juli 2025 menjadi salah satu langkah pengawasan dan pendalaman teknis terhadap proyek yang dikelola IFPRO.
Dalam kunjungan tersebut, dibahas percepatan implementasi dukungan pembiayaan strategis yang telah dikomitmenkan oleh LPEI untuk mendorong pembangunan infrastruktur pariwisata kelas dunia di Labuan Bajo.
Fasilitas PKE yang disalurkan melalui LPEI dan BCA dengan skema blended financing yang difokuskan untuk pembangunan proyek new development adalah sebesar Rp300 miliar.
Dana ini digunakan untuk mendanai pengembangan berbagai fasilitas unggulan di kawasan marina, termasuk pembangunan hotel kelas menengah (mid-tier hotel), pengembangan kawasan komersial tahap II, serta pembangunan social club eksklusif.
Ketiga fasilitas tersebut akan menjadi pelengkap dari Hotel Meruorah yang telah beroperasi lebih dulu dan menjadi ikon penginapan premium di jantung Labuan Bajo.
Direktur Utama IFPRO, Ferry Snyders, menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan dari LPEI ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengakselerasi transformasi sektor pariwisata nasional.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah melalui LPEI terhadap proyek pengembangan marina yang memiliki orientasi ekspor jasa pariwisata,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).
“Ini merupakan langkah maju yang memungkinkan kami meningkatkan daya saing kawasan, sekaligus memperluas kapasitas ekonomi domestik yang bertumpu pada potensi lokal,” pungkasnya.
