Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Hirabayashi di Tokyo, Jepang pada Senin (9/6). foto ist 

 

TOKYO – Indonesia meyakini ASEAN-Japan Centre (AJC) merupakan mitra yang dapat diandalkan untuk lebih mendukung pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) melalui program yang berdampak baik dan inklusif. Khususnya, melalui tiga program prioritas Kementerian Perdagangan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Hirabayashi di Tokyo, Jepang pada Senin (9/6). 

Pertemuan ini dilaksanakan di sela-sela misi dagang Indonesia ke Jepang pada 9—13 Juni 2025. Turut mendampingi Wamendag yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi.

“Pemberdayaan UKM secara inklusif erat kaitannya dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan. Pertama, menjaga dan memperkuat pasar dalam negeri. Kedua, memperluas pasar ekspor. Ketiga, melaksanakan program UMKM Berani Indovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor,” ujarnya.

“Pemberdayaan UKM dilakukan agar UKM Indonesia dapat beradaptasi dengan permintaan pasar global, salah satunya dengan business pitching dan penjajakan bisnis langsung (direct business matching) dengan buyer internasional,” imbuh Wamendag Roro.

Menurut Wamendag Roro, Indonesia dan Jepang memiliki banyak kesamaan nilai. Artinya, Jepang merupakan mitra alami, baik secara historis, politik, maupun ekonomi. Jepang merupakan mitra dagang dan investasi utama bagi Indonesia dan ASEAN yang masih memiliki banyak potensi peningkatan kerja sama.

“Kemitraan Indonesia dan Jepang sangat strategis dan memberikan manfaat bagi kedua negara. Kami juga mendukung komitmen dan peran AJC dalam menjaga resiliensi kinerja perdagangan, baik secara bilateral maupun dalam lingkup ASEAN, terutama di tengah lingkungan perdagangan global yang makin kompleks,” tutur Wamendag Roro.

Lebih lanjut, Indonesia berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat kemitraan ekonomi, baik regional maupun bilateral. Kemitraan ekonomi dengan Jepang salah satunya dilakukan melalui ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP) yang berfokus pada peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

“Berdasarkan kerangka kerja AJCEP, ASEAN dan Jepang berupaya memperkuat kerja sama melalui pengembangan kapasitas dan promosi, kolaborasi bisnis dan fasilitasi investasi, dialog kebijakan, serta kemudahan akses ke intelijen pasar dan data perdagangan. Indonesia mengapresiasi peran AJC dalam memfasilitasi pemanfaatan AJCEP oleh Indonesia,” jelas Wamendag Roro.

Wamendag Roro berharap, kolaborasi antara AJC dengan ASEAN dapat membantu pebisnis Indonesia meningkatkan kapasitas mereka dan memperkuat hubungan ekonomi ASEAN-Jepang melalui program-program yang berdampak baik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AJC Kunihiko Hirabayashi menyampaikan komitmennya dalam mendukung program UMKM BISA Ekspor, khususnya bagi UMKM yang digerakkan kaum perempuan. 

Beberapa program yang akan dijalankan antara lain promosi produk, pembelajaran dalam menghadapi hambatan perdagangan serta sosialisasi pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA). Selain itu, Kunihiko akan mendorong implementasi kebijakan perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan.