foto ist
JAKARTA – Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat Koordinasi (rakor) pengembangan Pariwisata melalui Sail to Indonesia 2025.
Direktur SUPD III Dr. H. TB Chaerul Dwi Sapta, SH., M.AP Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menyampaikan rakor tersebut momentum yang tepat dan strategis untuk saling bersinergis antar pemerintah pusat, daerah dengan swasta dalam rangka untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia.
“Melalui berbagai kebijakan strategis dan sinergi lintas sektor, Pemerintah optimistis pariwisata Indonesia dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (25/4/2025).
Pemerintah tentu menyadari potensi besar pariwisata sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
“Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemerintah telah mengembangkan berbagai program prioritas, seperti pengembangan destinasi wisata super prioritas, peningkatan kualitas SDM pariwisata, serta kemudahan investasi di sektor pariwisata,” jelas Chaerul.
Dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan pariwisata merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengenali potensi pariwisatanya, akan terbuka peluang baru untuk lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Jika dikelola dengan baik, sektor ini akan menjadi peluang emas yang dapat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi daerah. Sesuai dengan arahan pengembangan sektor pariwisata berdasarkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan prinsip program pembangunan yang mengarah pada pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
“Melalui upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang tangguh dan berdaya saing,” jelas Chaerul
Pemerintah yakin dengan dukungan semua pihak industri pariwisata Indonesia akan terus berkembang, membawa manfaat bagi masyarakat luas, dan mengukuhkan Indonesia sebagai destinasi wisata terkemuka di dunia.
Sail to Indonesia International Yacht Rally 2025 merupakan acara bahari terpanjang, terlama, dan terbesar di dunia yang digelar dalam satu negara.
Sail to Indonesia sudah berlangsung selama 20 tahun. Penyelenggaraan event ini tidak pernah terhenti/terputus. Dan event ini telah diikuti oleh pelayar dari lebih dari 15-20 negara.
International Yacht Rally Organizer Raymond Timotius bekerjasama dengan Promotor Event PT Malik Ghonniyu Razaak untuk lebih menyemarakkan dan mempromosikan kehadiran Sail to Indonesia sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kepulauan dan pesisir.
Demikian disampaikan Rossariyanti Syam (Promotor Director Sail to Indonesia 2025).
“Sail to Indonesia” adalah sebuah kegiataan Reli Kapal Layar atau Yacht Rally International yang diselenggarakan setiap tahun di Indonesia.
“Acara ini bertujuan untuk mempromosikan Pariwisata Bahari Indonesia dan memperkuat Konektivitas Maritim Internasional,” ujarnya.
Sail to Indonesia merupakan sebuah Reli Yacht Internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Serta mempromosikan kerja sama di bidang logistik, transportasi laut, keamanan, dan konservasi laut.
Rute pelayaran Sail to Indonesia sekarang ini dimulai dari New Zealand,dan kemudian melintasi Indonesia dari Timur ke Barat menyinggahi sekitar 21 destinasi.
“Selain itu juga ada Reli Layar East dan West Indonesia Rally yang beranjak dari Barat ke Timur. Ke 3 Reli Layar Internasional ini berlangsung mulai bulan Maret sampai dengan November setiap tahun nya dan mengarungi 90% daripada perairan Indonesia,” jelas Rossariyanti.
Kegiatan Yacht Rally di Indonesia memberikan manfaat ekonomi, wawasan, edukasi informal sekaligus promosi bagi destinasi dan masyarakat lokal, yang sekaligus bisa disinergikan dengan promosi usaha lokal dan pengembangan Kawasan Kebijakan dan Infrastruktur Bahari Nasional.
Sail to Indonesia mencakup 90 persen wilayah laut Indonesia. Reli layar internasional ini telah berkembang menjadi event series yakni Sail to Indonesia, West Sumatera Rally, dan East Indonesia Rally. Telah juga membentuk Jalur Layar (Circumnavigasi Pelayaran Wisata Dunia) di Indonesia.
Lama tinggal yang diprogramkan dalam acara Yacht Rally di Indonesia ini rata-rata tinggal selama empat hari di setiap destinasi yang disinggahi.
Menurut catatan International Yacht Rally Organizer, pengeluaran pelayar internasional selama berlayar di Indonesia sebesar Rp1.000.000,00 per orang/ hari.
Rinciannya, biaya untuk Meals Experience sebesar USD 50 atau sekitar Rp750.000,00 per orang; biaya selama di darat untuk tur, sewa kendaraan, kunjungan dan lain-lain rata-rata Rp500.000,00 per orang. Dan biaya-biaya tersebut belum termasuk donasi, perbaikan teknis kapal, pelayanan informal dan lain-lain.
Demikian dijelaskan oleh Raymond Timotius Lesmana sebagai International Yacht Rally Organizer
“Yang jelas adalah dengan kapal layar kita bisa mengarahkan para pelayar (wisatawan) untuk mengunjungi tempat-tempat yang sulit dijangkau atau bahkan belum memiliki akses wisata. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam membuat jalur reli diperlukan data kondisi geografis (GPS), Angin, Arus dan Kondisi Dasar Laut untuk menempatkan Kapal di Lokasi Labuh,” ujarnya.
Selain itu, kapal dan awak membutuhkan pasokan logistik,beristirahat, dan tempat perlindungan ketika menghadapi cuaca buruk atau terjadi masalah dengan perahu layar dan kapalnya.
“Beberapa kegiatan yang dapat memeriahkan acara Sail to Indonesia 2025 diantaranya adalah, Pameran Investasi , Pariwisata dan Produk Unggulan Daerah, Water Sport seperti ( Kite Surving ), Lomba Photography Underwater, Table top, Pentas Budaya (tari-tarian) dan kunjungan Wisata,” jelas Rossa sebagai CEO PT Malik Ghonniyu Razaak.
Para pelaku pariwisata dan masyarakat lokal dapat mengambil manfaat ekonomi dari kunjungan yacht dengan mencari tahu dan mempelajari hal-hal yang dicari dan kebutuhan para pelayar.
“Didalam pelaksanaan kegiatan Sail to Indonesia 2025 untuk pengamanan wilayah baik dipusat dan didaerah kami juga akan melibatkan putra daerah dan masyarakat setempat untuk turut serta mensukseskan kegiatan Sail to Indonesia 2025,” jelas Alexander Ajawaila sebagai Direktur Operational PT Malik Ghonniyu Razaak.
Tidak hanya itu, terutama di pulau-pulau kecil, kehadiran yacht dan pelayar membuka akses untuk memperoleh edukasi dan keterampilan yang mungkin tidak ada di sana sebelumnya. Dan tentu juga menjadi media promosi usaha lokal dan lain sebagainya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh :
1. Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;
2. Asisten Deputi Bidang Event Nasional, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata;
3. Asisten Deputi Pengembangan Produk Wisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata;
4. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif;
5. Asisten Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Design, Kementerian Ekonomi Kreatif;
6. Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, Kementerian Ekonomi Kreatif;
7. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kementerian Perhubungan;
8. Direktur Kepelabuhan, Kementerian Perhubungan;
9. Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Kementerian Perhubungan;
10. Direktur Bidang Kepatuhan Internal, Kementerian Keuangan;
11. Direktur Bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan;
12. Direktur Bidang Visa dan Dokumen Perjalanan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; dan
13. Direktur Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.;
14. Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan;
15. Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan;
16. Direktur Bidang Pengendalian Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital;
17. Direktur Bidang Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital;
18. Asisten Deputi Kewirausahaan, Kementerian UMKM
19. Perwakilan dari 18 Provinsi dan 33 Kab/Kota;
20. PT. Malik Ghonniyu Razaak;
21. International Yacht Rally Organizer
22. 56 Kabupaten Kota tempat Singgah Sail to Indonesia 2025
Penyelenggaraan acara Sail to Indonesia 2025 berlangsung pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2025. Yang akan dihadiri oleh 70 sampai 100 kapal yacht dari berbagai negara, termasuk Australia, Perancis, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.
Sebagai Promotor Event Director, Rossa mengharapkan partisipasi Pemerintah Daerah beserta pemangku kepentingan di destinasi yang disinggahi dalam rute seri Sail to Indonesia bisa menggelar Welcome atau Farawell Ceremony dengan menyajikan makanan khas daerah dan menampilkan seni budaya tradisional.
Acara ini akan dikemas sedemikan rupa sehingga acara yang ditampilkan menarik para Yachters yang tentunya dapat memberikan informasi pada dunia International akan Keindahan, potensi Alam, Budaya, Pariwisata dan keramah tamahan Indonesia. Sehingga secara tidak langsung dapat memicu bertambahnya wisman (wisata Mancanegara datang ke Indonesia).
Acaranya tidak dituntut untuk dibuat mewah dan megah. Para pelayar akan sangat menghargai penampilan yang orisinal dan dapat berbaur dengan warga lokal. Ini menjadi kegiatan promosi paling terjangkau sekaligus menjangkau dunia.
“Semoga Sail to Indonesia 2025 dapat terlaksana dengan baik dan apa yang diharapkan dapat tercapai,” ujar Raymond T. Lesmana, Founder International Yacht Rally Organizer.
Ia menjelaskan event yacht rally mempunyai misi membangun aktivitas internasional wisata layar di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai ‘The Best Sailing Ground onEarth’. Dan berharap tahun ini acara Yacht Rally bisa mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak , terutama dari Pemerintah
