keterangan foto (Ki-ka): Amir Sodikin Moderator; Sri Gadis Pari Bekti, Ketua Tim Dekarbonisasi Industri, Kementerian Perindustrian; Maria R. Nindita Radyati, Ph.D., Presiden Direktur Institute for Sustainability and Agility (ISA), pakar ESG dan keberlanjutan; Bijaksana Junerosano, Tenaga Ahli Menteri, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Ipa Teguh Akbar, National Sales Manager GreenTeams). Foto ist
BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, GreenTeams (PT Trusur Unggul Teknusa) berkolaborasi dengan Ecoxyztem menggelar diskusi berjudul “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri di Indonesia: Strategi Menuju Net Zero 2050” di MM2100 Office, kemarin (22/4).
Forum kolaboratif ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perindustrian, para ahli di bidang lingkungan serta para pelaku industri yang berasal dar 10 industri yang wajib menerapkan Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinyu (SISPEK).
GreenTeams, sebagai penyedia layanan teknologi untuk pemantauan kualitas udara dan emisi, siap mendukung implementasi peta jalan dekarbonisasi ini.
Jaja Ahmad Subarja, Founder GreenTeams, mengungkapkan, pihaknya optimis bahwa dekarbonisasi industri Indonesia dapat tercapai dengan dukungan teknologi yang menghasilkan data yang akurat, transparan, dan dapat ditindaklanjuti.
Data tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perencanaan strategi pengurangan emisi, serta pemenuhan regulasi lingkungan.
“GreenTeams siap mendampingi industri dan regulator dalam pemantauan kualitas udara dan emisi secara berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya
Diskusi berformat talkshow ini dibuka dengan sambutan dari Dr. Winardi, M.Si., Direktur Perwilayahan Industri, Kementerian Perindustrian, H. Darwoto, S.E., Deputy Director Kawasan Industri MM2100, serta Ir. Noor Rachmaniah, Kepala Kelompok Kerja Pengendalian Pencemaran dan Mutu (Pokja PPMU), Kementerian Lingkungan Hidup, mengantar diskusi yang membahas pentingnya strategi dalam merencanakan peta jalan dekarbonisasi sebagai syarat utama dalam rantai pasok global.
Ir. Noor Rachmaniah, Kepala Pokja PPMU, Kementerian Lingkungan Hidup dalam sambutannya mengapresiasi pemasangan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang telah dilakukan oleh kawasan MM2100.
“Kedepannya, akan ada penambahan titik sesuai dengan arahan (Menteri Lingkungan Hidup), yaitu pemasangan minimal 2 titik SPKUA yang mengikuti arah angin (up wind dan down wind) dan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap lokasi kawasan ini. Hasil pemantauan SPKUA tersebut ditampilkan dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).”
Pemantauan emisi secara berkelanjutan, termasuk pembangunan SPKU di kawasan industri, menjadi langkah kunci untuk menghasilkan data yang transparan. Data ini penting untuk mendukung evaluasi, akuntabilitas, serta pengambilan kebijakan yang tepat dalam upaya dekarbonisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Sri Gadis Pari Bekti, Ketua Tim Dekarbonisasi Industri, Kementerian Perindustrian dalam sambutannya, mengatakan Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri yang direncanakan akan bisa dipublikasikan dalam waktu dekat.
“Roadmap ini bertujuan untuk memfasilitasi transisi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan target keberlanjutan untuk pencapaian Net Zero Emission Sektor Industri pada tahun 2050 atau sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional,” ujarnya.
